HUT RI #81

Penyuluh KUA Sokaraja Taburkan Konsep Ekonomi Umat, Industri Klanting Jadi Jalan Menuju Kemandirian Jamaah Kalikidang

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Sokaraja — Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja terus mendorong penguatan ekonomi umat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan dalam kegiatan pembinaan jamaah MT. Darul Ulum Kaliabang, Desa Kalikidang, dengan mengenalkan konsep ekonomi umat berbasis industri klanting sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan dari potensi lokal. Jumat (02/10)

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam dalam memperluas materi pembinaan, tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja M. Fikih, mengajak para jamaah untuk melihat potensi ekonomi yang ada di lingkungan sekitar. Salah satu yang dapat dikembangkan adalah industri klanting, makanan olahan berbahan dasar singkong yang memiliki peluang pasar dan dapat diproduksi secara rumahan.

Menurutnya, kegiatan ekonomi yang dikelola secara serius, halal, dan dilakukan dengan semangat kebersamaan dapat menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Jamaah tidak hanya menjadi objek pembinaan, tetapi juga harus mampu menjadi masyarakat yang produktif. Potensi lokal seperti klanting bisa dikembangkan menjadi usaha bersama yang memberikan nilai tambah bagi keluarga dan lingkungan,” ungkap M. Fikih.

Kegiatan pembinaan di MT. Darul Ulum Kaliabang tersebut menjadi ruang bagi jamaah untuk mendapatkan wawasan bahwa agama dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan. Nilai kejujuran, amanah, kerja keras, kebersamaan, serta mencari rezeki yang halal menjadi prinsip penting dalam membangun usaha.

Efek kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran jamaah terhadap potensi ekonomi lokal, membuka motivasi untuk memulai atau mengembangkan usaha rumahan, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Lebih jauh, pengembangan industri klanting diharapkan tidak berhenti pada produksi semata. Jika dikelola secara kolektif, produk tersebut dapat dikembangkan melalui pengemasan yang menarik, peningkatan kualitas, pemasaran digital, serta perluasan jaringan pemasaran, sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Konsep tersebut sekaligus menanamkan semangat “dari jamaah untuk jamaah”, yakni membangun kekuatan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang sudah tersedia di lingkungan sendiri.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama KUA Sokaraja menunjukkan bahwa dakwah pemberdayaan dapat hadir dalam berbagai bentuk: membangun pemahaman keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat bekerja, berusaha, dan membangun kemandirian ekonomi umat.

Harapannya, MT. Darul Ulum Kaliabang tidak hanya menjadi tempat tumbuhnya kesalehan spiritual, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan produktif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi jamaah dan masyarakat Desa Kalikidang