HUT RI #81

Penyuluh KUA Sokaraja Turut Kawal Penghitungan Infak Masjid Al Islah

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Sokaraja — Kepedulian terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat terus diwujudkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja. Usai pelaksanaan salat Jumat, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja turut membantu proses penghitungan uang infak jamaah di Masjid Al Islah, Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja. Jumat (02/10).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen penyuluh untuk hadir dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat, sekaligus mendorong pengelolaan infak yang tertib, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Berdasarkan pengelolaan infak yang dilakukan secara rutin, pemasukan infak Jumat di Masjid Al Islah dapat mencapai sekitar Rp1,5 juta dalam satu pekan. Dana tersebut merupakan amanah dari para jamaah yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kemakmuran masjid serta berbagai kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.

Keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam proses penghitungan tidak sekadar membantu pekerjaan administratif. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian, kebersamaan, dan komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Transparansi dalam pengelolaan infak menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan jamaah. Ketika dana umat dikelola secara terbuka dan tertib, setiap rupiah yang disedekahkan memiliki jejak manfaat yang jelas.

Infak yang terkumpul bukan hanya angka dalam sebuah catatan. Di baliknya terdapat keikhlasan jamaah, harapan untuk berbagi, dan semangat bersama dalam memakmurkan masjid.

Melalui kegiatan sederhana tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja turut mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya infak yang ikhlas, transparan, amanah, dan bermanfaat.

Sebab, masjid bukan hanya tempat mendirikan salat, tetapi juga ruang tumbuhnya kepedulian. Dan dari tangan-tangan yang ikhlas, infak dapat menjadi jalan kecil yang menghadirkan manfaat besar bagi umat.