HUT RI #81

Rajut Bahtera Baru, Penyuluh KUA Sumpiuh Pesankan Pentingnya Brayan dan Saling Menghargai

Oleh KUA SUMPIUH
SHARE

Sumpiuh - Suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Binwin) Mandiri di Kantor Urusan Agama (KUA) Sumpiuh. Kegiatan Bimbingan Perkawinan ini diikuti oleh pasangan calon pengantin (catin), Rudiyanto dari Sumpiuh dan Khumayah dari Kebokura, dengan difasilitasi langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Sumpiuh, Laeli Najihah. Jumat (07/08)

Mengingat kedua calon pengantin tersebut pernah membangun rumah tangga sebelumnya yang harus kandas di tengah jalan, Laeli Najihah memberikan penekanan khusus dalam materi bimbingannya. Ia mengajak pasangan ini untuk menjadikan kegagalan masa lalu bukan sebagai beban, melainkan sebagai fondasi pendewasaan diri dan pelajaran berharga untuk melangkah ke depan.

"Jadikan masa lalu sebagai cermin dan tempat mengambil hikmah. Kegagalan sebelumnya adalah guru terbaik agar kita bisa membangun fondasi rumah tangga yang jauh lebih kokoh di pernikahan yang baru ini," ujar Laeli dalam sesi bimbingan tersebut.

Lebih lanjut, Laeli menegaskan bahwa inti dari kehidupan berumah tangga pada dasarnya terletak pada kesediaan untuk brayan—hidup rukun dan bekerja sama—dalam bingkai ibadah kepada Allah SWT. Menurutnya, dinamika kehidupan suami istri pasti akan diwarnai gelombang senang dan susah, sehingga kunci utamanya adalah menjalani setiap proses tersebut secara bersama-sama.

"Yang terpenting dalam berumah tangga adalah bisa diajak brayan untuk beribadah. Senang dan susah harus dijalani bersama, serta senantiasa saling menerima kekurangan dan menghargai kelebihan pasangan masing-masing," pungkasnya.

Melalui bimbingan mandiri ini, diharapkan Rudiyanto dan Khumayah memiliki kesiapan mental, spiritual, dan emosional yang lebih matang dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.