HUT RI #81

Penyuluh Purwokerto Barat Sampaikan Kajian Tadabbur Al-Quran dalam Simakan Juz 14

Oleh KUA Purwokerto Barat
SHARE

Banyumas – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Barat, Iswanto, menyampaikan kajian tadabbur Al-Qur’an dalam kegiatan Simakan Qur’an Rutin Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Majelis Simakan Qur’an Al Husaini di Masjid Baitul Muttaqin, Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat. Minggu (09/08).

Kegiatan rutin tersebut diikuti oleh segenap jamaah Masjid Baitul Muttaqin dan warga sekitar. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan, mulai dari rangkaian simakan Al-Qur’an hingga penyampaian kajian.

Pada kesempatan tersebut, Iswanto memberikan kajian tadabbur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang terdapat dalam Juz 14. Melalui kajian tersebut, jamaah diajak untuk tidak hanya membaca dan menyimak lantunan ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga berusaha memahami pesan, hikmah, dan nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.

Iswanto menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Menurutnya, interaksi dengan Al-Qur’an hendaknya tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi dilanjutkan dengan memahami kandungan ayat, merenungkannya, serta berupaya mengamalkannya dalam kehidupan.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk ditadabburi dan diamalkan. Dengan tadabbur, kita berusaha menghadirkan pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan, sehingga bacaan yang kita lantunkan dapat memberikan perubahan bagi diri dan lingkungan,” ungkap Iswanto.

Kegiatan Simakan Qur’an Rutin Ahad Pagi ini menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan jamaah. Rutinitas tersebut juga diharapkan dapat membangun tradisi masyarakat untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai sumber petunjuk dalam kehidupan.

Para jamaah mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh perhatian. Suasana kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menunjukkan semangat masyarakat dalam menjaga tradisi membaca, menyimak, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut, diharapkan semangat mencintai Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya pribadi-pribadi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghayati dan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (is)