HUT RI #81

MTsN 3 Banyumas Bentengi Generasi dari Jerat Negatif Era Digital

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Silado — Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial yang nyaris tanpa batas, menjaga diri menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Pesan itulah yang mengemuka dalam pembinaan murid kelas VII, VIII, dan IX MTs Negeri 3 Banyumas, usai pelaksanaan apel pagi sekaligus pelepasan kontingen Jambore Nasional (Jamnas) 2026, ananda Muhammad Amar Kurniawan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi madrasah untuk tidak hanya mendorong murid meraih prestasi, tetapi juga membangun benteng karakter agar mereka mampu menghadapi berbagai tantangan pergaulan dan perkembangan dunia digital dengan sikap bijak, sadar, dan bertanggung jawab. Sabtu (08/08)

Pembinaan dipimpin oleh Waka Kesiswaan MTs Negeri 3 Banyumas, Ibni Ali Arifin, yang kemudian mempercayakan penyampaian materi kepada guru Bimbingan dan Konseling, Ery Kusnanto. Sosok yang akrab dengan dunia pembinaan remaja tersebut memberikan penguatan dari perspektif bimbingan dan konseling. Selain menjadi guru BK bagi murid kelas VIII, H. Ery Kusnanto saat ini juga dipercaya sebagai Ketua MGBK Provinsi, sehingga pembinaan yang disampaikan terasa dekat dengan realitas kehidupan remaja sekaligus memberikan bekal praktis bagi murid dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, H. Ery Kusnanto mengajak murid memahami satu hal penting: masa depan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dipelajari di dalam kelas, tetapi juga oleh siapa yang menjadi teman, apa yang dilihat, apa yang ditonton, dan apa yang dilakukan setiap hari. Pada usia MTs, rasa ingin tahu anak berada pada fase yang sangat tinggi. Keingintahuan tersebut merupakan potensi besar untuk belajar dan berkembang, tetapi tanpa pendampingan dan kontrol diri dapat membawa anak pada berbagai informasi maupun konten yang belum sesuai dengan usia mereka. Karena itu, murid diingatkan agar tidak mudah mengklik, membuka, mengikuti, maupun meniru segala sesuatu yang muncul di internet hanya karena sedang viral atau membuat penasaran.

Berbagai fenomena pergaulan bebas dan perilaku menyimpang yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial juga menjadi bagian dari pembinaan preventif tersebut. Murid diberikan pemahaman agar tidak menjadikan media sosial sebagai satu-satunya sumber nilai dan ukuran perilaku. Tidak semua yang viral layak ditiru, tidak semua yang menarik layak ditonton, dan tidak semua yang dilakukan orang lain harus diikuti. Kemudahan akses internet harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi, menjaga batas diri, serta berani meninggalkan konten dan lingkungan yang berpotensi membawa pengaruh buruk. Pesan tersebut menjadi penting agar murid memiliki kesadaran bahwa menjaga diri bukan berarti takut bergaul, melainkan mampu memilih pergaulan yang sehat, aman, saling menghargai, dan membawa kebaikan.

Sebagai gantinya, murid diajak memenuhi masa remaja dengan aktivitas yang jauh lebih bermakna. Belajar bersama, aktif berorganisasi, mengembangkan bakat, mengikuti kegiatan madrasah, berprestasi, membangun persahabatan yang sehat, serta terus memupuk cita-cita merupakan pilihan yang akan memberikan manfaat bagi masa depan. H. Ery Kusnanto juga mengajak murid untuk mulai membangun kebiasaan memilih tontonan yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga mengandung tuntunan positif. Sebab, apa yang terus-menerus dilihat dan didengar dapat memengaruhi cara berpikir, sikap, bahkan perilaku seseorang. Di sinilah pentingnya menjadi pelajar yang mampu mengendalikan teknologi, bukan justru dikendalikan oleh teknologi.

Pesan terakhir yang ditekankan adalah pentingnya menguatkan ibadah, menjaga hubungan dengan orang tua, dan senantiasa memohon doa serta keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. Madrasah berharap pembinaan ini tidak berhenti sebagai nasihat yang didengar sesaat, tetapi menjadi kesadaran yang tumbuh dalam diri setiap murid. Dari MTs Negeri 3 Banyumas, generasi muda dibekali bukan hanya untuk menjadi anak yang pintar, tetapi juga menjadi pribadi yang mampu menjaga kehormatan diri, bijak dalam pergaulan, cerdas bermedia sosial, kuat memegang nilai agama, serta berani memilih jalan yang benar. Karena masa depan yang hebat tidak lahir dari generasi yang sekadar mengikuti arus, tetapi dari generasi yang berani memilih, mampu menjaga diri, dan tahu ke mana harus melangkah.(Humas MTsN3).