Tanggung Jawab Illahi dan Insani dalam Perkawinan

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas – Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon kembali menggelar program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pra-nikah bagi puluhan pasangan calon pengantin (catin). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini bertujuan untuk memberikan pembekalan mental, spiritual, dan pengetahuan praktis sebelum mereka melangkah ke jenjang pernikahan. Dalam bimbingan kali ini, panitia secara khusus mengangkat tema besar mengenai pentingnya menyelaraskan tanggung jawab ilahi dan insani dalam membangun biduk rumah tangga. Kamis (11/06)

Hadir sebagai pemateri utama dalam kegiatan tersebut, Joharulloh, Penyuluh, memberikan pemaparan mendalam mengenai esensi dari sebuah ikatan pernikahan. Menurutnya, pernikahan bukan sekadar urusan administrasi negara atau pemenuhan kebutuhan biologis semata, melainkan sebuah ibadah panjang yang dimensi pertanggungjawabannya sangat luas. Pasangan yang menikah harus sadar bahwa ada komitmen besar yang telah mereka ikrarkan, baik kepada Sang Pencipta maupun kepada pasangan hidupnya.

Dalam penyampaian materinya, Joharulloh menekankan bahwa keseimbangan antara aspek spiritual dan sosial adalah kunci utama keharmonisan keluarga. Pernikahan yang kokoh membutuhkan fondasi iman yang kuat sekaligus komunikasi dan pembagian peran yang sehat antar suami-istri. Konsep inilah yang merangkum keseluruhan tema tanggung jawab ilahi dan insani yang wajib dipahami oleh setiap calon pengantin sebelum akad diucapkan.

"Pernikahan adalah mitsaqan ghalizha, perjanjian yang sangat kokoh di hadapan Allah. Oleh karena itu, tanggung jawab ilahi menuntut kita untuk menjaga pernikahan ini sebagai bentuk ibadah. Namun, jangan lupakan tanggung jawab insani, yaitu bagaimana suami dan istri saling menghormati, mengasihi, memenuhi hak dan kewajiban, serta menyelesaikan konflik dengan bijak," ujar Joharulloh di hadapan para peserta.

Melalui bimbingan ini, KUA Wangon berharap angka perselisihan dan perceraian di wilayah tersebut dapat ditekan secara signifikan. Dengan pemahaman yang utuh mengenai tanggung jawab kepada Tuhan dan sesama manusia, para calon pengantin diharapkan siap menghadapi dinamika kehidupan pasca-nikah. Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana para peserta tampak antusias berkonsultasi mengenai kesiapan mental dan finansial menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. (jhr)