Membina Percaya Diri Siswa dengan Lomba Story Telling
Oleh MAN 3 Banyumas
Banyumas—OSIM MAN 3 Banyumas melaksanakan agenda classmeeting hari kedua, yaitu lomba story telling, pada Selasa (7/6). Lomba dilaksanakan di depan ruang Laboratorium Kimia dengan menyiapkan panggung untuk penampilan peserta. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai sekitar pukul 08.30 dengan peserta berjumlah 12 siswa. Peserta merupakan perwakilan kelas dan setiap kelas diwajibkan mengikutinya.
Tema cerita yang dilombakan adalah cerita rakyat dan fabel atau cerita binatang. Adapun kriteria penilaian lomba tersebut adalah ekspresi, kemampuan vokal (yang meliputi pelafalan dan intonasi), dan isi cerita. Saat tampil, peserta diwajibkan memakai seragam OSIS lengkap dengan sepatu PDH/pantofel. Peserta diperbolehkan membaca naskah dengan durasi penyampaian cerita minimal 5 menit dan maksimal 8 menit. Peserta diperkenankan menggunakan ilustrasi musik dan properti pendukung saat menyampaikan ceritanya.
Sekitar pukul 08.00 para peserta sudah mulai menempatkan diri di depan panggung. Mereka mengisi tempat duduk yang telah disiapkan panitia. Naresti Kristal, penanggung jawab lomba story telling, terlihat sibuk mengecek peserta yang sudah hadir di area lomba. Naresti juga segera menghubungi juri lomba untuk segera menempatkan diri di tempat yang telah disiapkan. Panitia lomba terlihat telah menyiapkan segala sesuatunya dengan rapi, mulai penataan panggung, stand mic, sampai sound system.
Dra. Anung Mumpuni, selaku guru Bahasa Inggris, yang juga sebagai juri story telling, menyampaikan bahwa kegiatan lomba tersebut merupakan tolok ukur bagi siswa agar mereka bisa mengembangkan hobby membaca dan mampu menyampaikan dengan baik, serta mampu mengembangkan cerita dengan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Anung pun menyatakan perasaannya, “Sangat senang dan respect pada peserta karena walaupun belum banyak yang suka ternyata di setiap kelas pasti ada. Awesome, pokoknya, besok jika ada lomba story telling pada KSM bisa langsung menggembleng mereka. Ada 4 peserta yang bagus tadi.” Anung berharap agar lomba semacam ini diteruskan pada masa mendatang agar dapat mengetahui bibit unggul yang terdapat di Mantibas. “Pada masa mendatang, bisa juga tidak hanya lomba cerita berbahasa Inggris, tapi bisa juga yang berbahasa Jawa, Arab, maupun Indonesia,” pungkasnya.
Amila, salah satu peserta lomba merasa senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan classmeeting. “Saya merasa senang juga karena lomba story telling ini bisa meningkatkan kemampuan speaking saya. Walaupun tadi saat tampil agak grogi juga karena banyak penontonnya,” ungkap Amila. Lomba berlangsung lancar dan selesai sekitar pukul 11.00.
(Tim Media MAN 3 Banyumas)
