Bimluh MT Al Ihsan Bahas Tradisi Ngapati dalam Perspektif Islam

Oleh KUA purwojati
SHARE

Banyumas – Majelis Taklim Al Ihsan mengadakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan yang diikuti oleh jamaah dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Purwojati, Siti Mukaromah, sebagai pemateri. Kamis (18/06)

Dalam penyampaiannya, Siti Mukaromah, mengangkat tema “Ngapati”, yaitu tradisi yang dilaksanakan ketika usia kandungan mencapai empat bulan. Beliau menjelaskan bahwa pada usia tersebut, menurut hadis Nabi Muhammad SAW, malaikat diperintahkan untuk meniupkan ruh serta menetapkan beberapa ketentuan bagi janin atas izin Allah SWT.

Beliau menerangkan bahwa tradisi Ngapati yang berkembang di masyarakat dapat dijadikan sebagai sarana bersyukur kepada Allah SWT atas karunia kehamilan serta memanjatkan doa bagi keselamatan ibu dan calon bayi. Namun demikian, pelaksanaannya hendaknya diisi dengan kegiatan yang sesuai dengan tuntunan syariat, seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, bersedekah, dan memperbanyak amal saleh.

Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga diajak untuk memahami pentingnya pendidikan dan pembinaan spiritual sejak masa kehamilan, karena keluarga memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang beriman dan berakhlak mulia.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Melalui Bimluh ini diharapkan jamaah Majelis Taklim Al Ihsan semakin memahami makna Ngapati secara benar serta mampu melestarikan tradisi yang selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam.