Bedah Hadits Shahih Bukhari ke-9, Penyuluh KUA Kebasen Tekankan Pentingnya Menjaga Lisan dan Hakikat Hijrah
Oleh KUA kebasen
Kebasen – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Muttaqin, Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen. Selepas menunaikan shalat Dhuhur berjamaah, para jamaah antusias mengikuti kajian keagamaan rutin yang menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kebasen, Burhanul Ma'arif, sebagai narasumber utama. Selasa (15/09)
Pada sesi kajian bakda Dhuhur tersebut, bahasan difokuskan pada pembedahan Kitab Hadits Shahih Bukhari ke-9. Dalam pemaparannya, Burhanul Ma'arif mengupas tuntas pesan mendasar Rasulullah SAW mengenai pilar keimanan dan keluhuran akhlak.
Beberapa poin inti materi yang disampaikan meliputi:
-
Menjaga Lisan dan Sikap: Penekanan tentang kewajiban seorang muslim untuk menjaga lisan serta perilakunya agar tidak menyakiti atau merugikan sesama.
-
Makna Hakikat Hijrah: Mengedukasi jamaah bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan komitmen kuat untuk meninggalkan segala bentuk larangan Allah SWT.
-
Korelasi Kehidupan Modern: Pemaparan syarah hadits dikaitkan langsung dengan tantangan kehidupan bermasyarakat saat ini, sehingga pesan moral yang terkandung mudah dipahami dan diterapkan dalam keseharian.
Jamaah menyimak setiap penjelasan dengan tekun dan interaktif. Melalui kehadiran penyuluh agama secara rutin dalam kajian ini, diharapkan pembinaan keagamaan di wilayah Desa Cindaga semakin solid, mempererat tali silaturahmi antarjamaah, serta memperluas wawasan keislaman masyarakat berbasis rujukan kitab-kitab muktabar.
