HUT RI #81

Penyuluh KUA Jatilawang Berikan Bimbingan Rohani kepada Pasien Rawat Inap Puskesmas

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Jatilawang - Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang melaksanakan bimbingan rohani (Bimroh) bagi pasien rawat inap Puskesmas Jatilawang. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat, khususnya bagi pasien yang sedang menjalani perawatan. Selasa (15/09)

Para pasien yang mendapatkan bimbingan berasal dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Jatilawang. Selain itu, terdapat pula pasien yang berasal dari Desa Sidamulih, Kecamatan Rawalo, yang mendapatkan pelayanan bimbingan rohani dalam kesempatan tersebut.

Dalam kunjungannya, Penyuluh Agama Islam menyampaikan penguatan keagamaan kepada para pasien agar tetap sabar dan bertawakal kepada Allah SWT selama menjalani ujian sakit. Disampaikan bahwa sakit tidak semata-mata dipandang sebagai kondisi yang berat, tetapi juga dapat mengandung berbagai hikmah, di antaranya menjadi sarana untuk melatih kesabaran, meningkatkan ketawakalan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Penyuluh juga mengajak pasien untuk tetap menjaga ibadah sesuai dengan kemampuan selama menjalani perawatan. Doa dan ikhtiar medis hendaknya berjalan bersama sebagai bentuk usaha seorang hamba dalam menghadapi sakit dan memohon kesembuhan kepada Allah SWT.

Selain mengunjungi pasien rawat inap, Penyuluh Agama Islam juga menyempatkan diri mengunjungi ruang bersalin. Pada kesempatan tersebut terdapat dua pasien yang telah melahirkan dengan selamat dan normal. Penyuluh turut mendoakan agar ibu dan bayi senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam kehidupan mereka.

Kegiatan Bimroh tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat, tidak hanya dalam memberikan penyuluhan keagamaan secara umum, tetapi juga memberikan pendampingan spiritual kepada pasien dan keluarga pada saat menghadapi kondisi yang membutuhkan penguatan mental dan keimanan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pasien memperoleh ketenangan hati, semangat untuk menjalani proses pengobatan, serta semakin kuat dalam bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT. Sementara bagi para ibu yang baru melahirkan, doa dan pendampingan tersebut diharapkan menjadi penguat rasa syukur atas keselamatan ibu dan bayi.(dy)