Transformasi 5K di Era Modern - Sinergi Pegawai KUA Somagede lewat Gerakan Pilah Sampah

Oleh KUA Somagede
SHARE

Somagede - Di tengah dinamika modernisasi dan perubahan iklim global, penerapan prinsip 5K Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, Kesehatan, dan Kelestarian, bukan lagi sekadar slogan dinding di instansi pemerintah. Konsep tradisi ini bertransformasi menjadi pilar vital dalam membentuk ekosistem pelayanan publik yang sehat, prima, dan berkelanjutan. Instansi vertikal seperti Kantor Urusan Agama (KUA) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, memegang peranan krusial untuk menginisiasi gerakan perubahan ini dari lingkungan terkecil mereka. Jumat (05/06)

Sebagai episentrum pelayanan keagamaan dan pencatatan sipil di tingkat kecamatan, KUA tidak hanya dituntut prima secara administratif, namun juga wajib menjadi teladan dalam pengelolaan lingkungan. Kesadaran inilah yang mendasari para pegawai KUA Somagede, Kabupaten Banyumas, untuk turun langsung melakukan aksi nyata di lapangan melalui Gerakan 5K yang difokuskan pada manajemen pemilahan sampah organik dan anorganik.

Pada Jumat pagi yang cerah, seluruh pegawai KUA Somagede mengubah ritme kerja sejenak. Berlokasi langsung di area kantor dan jalur hijau sekitarnya, para aparatur sipil ini kompak mengenakan seragam olahraga bernuansa toska dan abu-abu. Mereka bahu-membahu menyisir sudut halaman, mengumpulkan sampah daun, ranting kering, hingga kemasan plastik tersembunyi yang berpotensi merusak estetika dan kesehatan lingkungan kerja.

Aktivitas ini dilakukan bukan sekadar kerja bakti seremonial. Menggunakan wadah pengumpul khusus, para pegawai secara dasar mengklasifikasikan limbah yang ditemukan. Sampah organik dikumpulkan terpisah untuk dialokasikan menjadi pupuk kompos alami, sementara material plastik kering disortir agar dapat masuk ke dalam rantai daur ulang yang lebih bernilai guna.

"Pelayanan yang berkah dimulai dari tempat yang bersih. Gerakan pilah sampah di KUA Somagede ini adalah ikhtiar kami untuk menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat yang datang, sekaligus menjalankan sebagian dari iman dalam bentuk menjaga kelestarian alam."

Gerakan 5K melalui pilah sampah yang diinisiasi oleh pegawai KUA Somagede membuktikan bahwa aparatur negara mampu hadir sebagai agen perubahan lingkungan hidup. Melalui konsistensi menjaga kebersihan di area kerja, KUA Somagede tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan internal, tetapi juga mengirimkan pesan edukatif yang kuat kepada masyarakat luas: bahwa kenyamanan beribadah dan efektivitas pelayanan publik berakar dari lingkungan hidup yang dirawat dengan penuh tanggung jawab. (Mas Kawit)