Tak Kenal Lelah: Teguh Pegawai KUA Wangon Aktif Bersihkan Lantai Pasca Renovasi Gedung
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Proses renovasi bagian dalam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wangon yang baru saja rampung menyisakan pekerjaan rumah tersendiri, terutama terkait kebersihan ruang kerja yang dipenuhi debu dan sisa material bangunan. Di tengah situasi tersebut, sosok Teguh, salah satu pegawai KUA Wangon, tampil sebagai inspirasi dengan menunjukkan dedikasi tinggi dalam membersihkan lantai ruang kerja secara mandiri tanpa menunggu instruksi maupun jadwal khusus. Ketekunannya ini menjadi perhatian rekan-rekan kerja lainnya karena dilakukan secara konsisten meski di tengah kesibukan tugas pelayanan sehari-hari. Kamis (30/07)
Sejak renovasi bagian dalam gedung KUA Wangon selesai dikerjakan, kondisi ruangan memang belum sepenuhnya bersih dari sisa debu semen, serpihan cat, dan berbagai kotoran hasil pekerjaan tukang. Melihat kondisi tersebut, Teguh berinisiatif turun tangan langsung membersihkan lantai ruang kerja setiap pagi sebelum jam pelayanan dimulai. Menurutnya, kenyamanan tempat kerja adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan semata. "Saya merasa lingkungan kerja yang bersih itu tanggung jawab kita semua, bukan cuma tugas cleaning service. Kalau bisa dikerjakan sendiri kenapa harus menunggu orang lain," ujarnya.
Aktivitas yang dilakukan Teguh ini bukan tanpa alasan. Ia menyadari bahwa ruang kerja yang bersih dan nyaman akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat yang datang ke KUA Wangon untuk berbagai keperluan, mulai dari pendaftaran nikah hingga konsultasi keagamaan. Menurutnya, kesan pertama yang didapat masyarakat saat memasuki kantor turut dipengaruhi oleh kebersihan dan kerapian ruangan. Sikap ini pun mendapat apresiasi dari rekan-rekan sejawatnya yang menilai langkah Teguh sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap institusi tempatnya mengabdi.
Tidak hanya membersihkan lantai, Teguh juga kerap merapikan perabotan dan peralatan kerja yang sempat berantakan akibat proses renovasi. Ia melakukannya secara sukarela di sela-sela waktu luang maupun sebelum jam kerja resmi dimulai, tanpa mengharapkan pujian maupun imbalan tertentu. "Bagi saya ini bukan soal siapa yang harus mengerjakan, tapi soal bagaimana kita semua bisa nyaman bekerja di lingkungan yang bersih dan tertata rapi," katanya menambahkan.
Kisah ketekunan Teguh ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pegawai lain di lingkungan KUA Wangon maupun instansi pemerintah lainnya untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat kerja. Sikap gotong royong dan kepedulian semacam ini dinilai penting untuk terus dipupuk, mengingat kenyamanan lingkungan kerja turut berkontribusi pada semangat dan produktivitas seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (tgh)
