Sosok Istri Kepala KUA Wangon yang Ikut Kerja Bakti Malam Bangun Mushola
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Di tengah kesibukan kerja bakti malam hari yang digelar Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon beserta jajaran pegawainya untuk mempercepat pembangunan mushola, ada sosok yang turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut, yakni Uci Fairuz, istri dari Kepala KUA Wangon. Kehadirannya menemani sang suami hingga larut malam menjadi bukti nyata dukungan keluarga terhadap tugas dan pengabdian yang dijalankan di lingkungan KUA. Sosoknya yang sederhana namun penuh ketulusan ini turut menginspirasi para pegawai yang hadir dalam kegiatan gotong royong tersebut. Kamis (30/07)
Uci Fairuz mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kerja bakti malam tersebut bukan semata-mata untuk menemani suami, melainkan juga sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pembangunan sarana ibadah yang akan bermanfaat bagi banyak orang. "Saya ingin ikut merasakan langsung prosesnya, bukan hanya menunggu di rumah. Membangun mushola ini kan untuk kepentingan bersama, jadi saya merasa perlu turut ambil bagian meski hanya membantu hal-hal kecil," ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, Uci Fairuz terlihat aktif membantu menyiapkan konsumsi bagi para pegawai yang ikut kerja bakti, sekaligus memberikan semangat kepada mereka yang bekerja hingga larut malam. Kehadirannya yang penuh perhatian ini turut mencairkan suasana kerja bakti yang meski melelahkan, tetap terasa hangat dan penuh kebersamaan. Menurutnya, dukungan moral seperti ini penting diberikan kepada suami dan rekan-rekan kerjanya yang telah meluangkan waktu istirahat demi kepentingan bersama.
Lebih lanjut, Uci Fairuz menyampaikan bahwa dirinya merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan pengabdian suaminya di KUA Wangon. Ia menilai bahwa mendukung tugas suami bukan hanya soal mendampingi di rumah, tetapi juga turut hadir dalam momen-momen penting seperti kerja bakti pembangunan mushola ini. "Bagi saya, mendukung suami itu bukan cuma di rumah saja, tapi juga ikut merasakan perjuangannya di lapangan. Ini juga jadi kenangan berharga buat keluarga kami," katanya dengan penuh haru.
Kisah kebersamaan yang ditunjukkan oleh Uci Fairuz ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi keluarga ASN lainnya untuk turut mendukung penuh tugas dan pengabdian pasangan mereka, khususnya dalam kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Kehadiran keluarga dalam setiap momen pengabdian dinilai mampu memberikan energi positif serta memperkuat semangat kebersamaan, tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga di lingkungan kerja secara keseluruhan. (jhr)
