Sinergi Lintas Sektoral, Penyuluh KUA Baturraden Siap Dukung Deteksi Dini IVA Lewat Pendekatan Keagamaan
Oleh Pokjaluh
Baturraden — Puskesmas II Baturraden sukses menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) Lintas Sektoral. Acara yang mempertemukan berbagai unsur pemangku kepentingan tingkat kecamatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi kesehatan masyarakat. Kamis (17/09)
Kantor Urusan Agama (KUA) Baturraden turut ambil bagian secara proaktif dalam kegiatan ini dengan mengutus Fathurrochman sebagai pegawai dan penyuluh agama yang hadir mewakili instansi.
Dalam sesi penyampaian materi utama mengenai deteksi dini Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), pemateri dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Banyumas, Supriyatin, memaparkan berbagai capaian serta tantangan di lapangan.
Menurut Supriyatin, salah satu kendala terbesar dalam pelaksanaan deteksi dini kanker leher rahim ini adalah faktor psikologis masyarakat. Masih banyak warga yang merasa malu dan takut, sehingga enggan mendatangi fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan IVA.
Menanggapi tantangan tersebut, Fathurrochman selaku penyuluh agama KUA Baturraden langsung mengambil peran aktif dalam forum diskusi. Ia menyatakan komitmen penuh jajaran penyuluh agama untuk membantu mengatasi hambatan psikologis di tengah masyarakat melalui pendekatan keagamaan.
Fathur menjelaskan bahwa pihaknya akan memasukkan materi khusus mengenai arti penting rasa malu dan penempatannya yang tepat dalam kehidupan sehari-hari ke dalam materi penyuluhan rutin kepada masyarakat. "Nanti saya siapkan dalilnya supaya masyarakat tidak malu dan takut lagi, sehingga mau memeriksakan diri sebagai deteksi dini," ungkap Fathurrochman dalam forum diskusi tersebut.
Langkah kolaboratif antara sektor kesehatan dan penyuluh agama ini diharapkan mampu memecah kebuntuan informasi di tingkat akar rumput. Dengan pemahaman agama yang lurus mengenai kesehatan, stigma dan rasa takut yang keliru dapat diikis.
Jika pemeriksaan IVA ini dapat dilakukan secara masif dan didukung kesadaran warga, maka penyakit seperti kanker leher rahim dapat dideteksi sejak dini dan segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Sinergi lintas sektoral di Baturraden ini membuktikan bahwa pendekatan lintas bidang—termasuk keagamaan—memegang kunci strategis dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sadar kesehatan. (fth)
