Semangat Senin di KUA Somagede: Dari Jargon Berdampak Hingga Filosofi Puasa Arafah sebagai Anti-Virus Diri

Oleh KUA Somagede
SHARE

Somagede – Suasana halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede tampak hangat pada Senin pagi ini. Seperti awal pekan biasanya, seluruh jajaran pegawai berkumpul untuk melaksanakan rutinitas apel pagi. Namun, ada yang berbeda sekaligus segar dalam pelaksanaan apel kali ini. Senin (25/05)

Jika biasanya posisi pembina apel diisi oleh Kepala KUA, pagi ini amanah tersebut diserahkan kepada Budiman, yang merupakan Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Somagede. Mengawali arahannya, Budiman langsung menggebrak semangat para peserta apel. Dengan suara lantang, ia menularkan energi positif melalui jargon andalan Bimas Islam: "Bimas Islam... Beragama, Berdaya, dan Berdampak!" Gema jargon ini seketika mencairkan kantuk khas awal pekan dan membakar motivasi para aparatur KUA Somagede untuk memberikan performa terbaik sepanjang minggu berjalan.

Momentum apel pagi ini juga dimanfaatkan Budiman untuk saling mengingatkan dalam kebajikan, khususnya terkait tibanya momentum spiritual yang sangat berharga esok hari, yaitu Puasa Arafah. Beliau mengingatkan kembali dahsyatnya fadhilah (keutamaan) puasa Arafah, di mana Allah SWT menjanjikan pengampunan dosa selama dua tahun—setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Menariknya, Budiman memberikan analogi kekinian yang sangat relevan dengan kehidupan digital saat ini. "Jika diri kita ini diumpamakan seperti sebuah Handphone (HP) yang setiap hari dipakai dan rentan terkena 'malware' atau 'error', maka Puasa Arafah inilah ibarat anti-virusnya. Ia membersihkan, memperbarui sistem, dan mengembalikan performa spiritual kita agar kembali bersih," ujar beliau disambut anggukan setuju para pegawai. Melalui perumpamaan tersebut, ia mengajak seluruh kegenap pegawai KUA Somagede yang tidak memiliki halangan (syar'i) untuk bersama-sama menunaikan puasa Arafah esok hari sebagai sarana refleksi dan pembersihan diri.

Menutup pembinaannya, Penyuluh Agama senior ini kembali mengetuk kesadaran para pegawai mengenai esensi utama tugas mereka di instansi Kementerian Agama. Bersihnya spiritual lewat puasa, lanjutnya, harus berbanding lurus dengan kualitas kinerja. Ia mengajak seluruh aparatur KUA Somagede untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan semangat dalam memberikan pelayanan yang prima, ramah, dan sebaik-baiknya kepada masyarakat Somagede. Sebab, pelayanan yang tulus adalah wujud nyata dari poin "Berdampak" yang sesungguhnya.