Rajut Ukhuwah dan Hilangkan Prasangka, Larangan Saling Menjauhi Sesama Muslim
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas — Suasana kehangatan dan kebersamaan menyelimuti Majelis Taklim Nurul Hikmah pada Selasa sore (29/09/2026). Puluhan jamaah yang didominasi oleh ibu-ibu tampak memadati ruangan untuk mengikuti kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam yang diselenggarakan secara berkala oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatilawang.
Kegiatan bernuansa sejuk yang berlangsung mulai pukul 14.30 hingga 16.00 WIB ini mengangkat tema yang sangat krusial dalam kehidupan bermasyarakat, yakni "Larangan Kaum Muslimin Saling Menjauhi". Tema ini diangkat sebagai pengingat mendalam akan pentingnya menjaga kerukunan serta merawat persaudaraan antarumat Islam di tengah dinamika sosial sehari-hari.
Hadir sebagai narasumber utama dalam penyuluhan tersebut adalah Ahmad Muttaqin, Penyuluh Agama Islam Fungsional dari KUA Jatilawang. Dengan gayanya yang komunikatif dan lugas, beliau menyampaikan pesan-pesan moral serta ajaran Islam secara menyentuh, sehingga materi yang berat terasa mudah dicerna oleh seluruh jamaah yang hadir.
Dalam paparan materinya, Ahmad Muttaqin,menekankan bahwa Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan (ukhuwah Islamiyah). Beliau menjelaskan secara terperinci ajaran Rasulullah SAW yang secara tegas melarang seorang muslim untuk mendiamkan atau menjauhi saudaranya lebih dari tiga hari hanya karena perselisihan paham atau keretakan hubungan.
"Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat, namun jangan sampai perbedaan tersebut merusak tali silaturahmi. Islam melarang keras sikap saling membelakangi, saling membenci, apalagi memutuskan hubungan persaudaraan (haidjar). Hati yang bersih dan mau saling memaafkan adalah kunci keberkahan hidup," tegaskannya di hadapan para jamaah.
Beliau juga menambahkan bahwa menjaga silaturahmi bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan ibadah yang memiliki dampak langsung terhadap melapangkan rezeki dan memperpanjang umur. Oleh karena itu, keretakan hubungan sekecil apa pun harus segera dipulihkan dengan cara saling menyapa, bertegur sapa, dan saling mendoakan kebaikan.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan sangat lancar dan penuh khidmat dari awal hingga akhir. Para ibu-ibu dari Majelis Taklim Nurul Hikmah menunjukkan antusiasme yang luar biasa tinggi dengan menyimak setiap poin penjelasan materi yang disampaikan oleh penyuluh secara saksama.
Tidak hanya mendengarkan ceramah satu arah, sesi bimbingan ini juga diwarnai dengan ruang diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Beberapa jamaah memanfaatkan momen tersebut untuk berkonsultasi mengenai dinamika hubungan antartetangga serta bagaimana tips praktis meredam konflik perselisihan agar silaturahmi tetap terjaga dengan harmonis.
Kegiatan penyuluhan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ahmad Muttaqin, memohon keselamatan, ketenteraman hati, serta keteguhan bagi seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga persatuan dan keharmonisan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Melalui kegiatan bimbingan agama rutin seperti ini, KUA Jatilawang berharap pesan-pesan kedamaian dan toleransi dapat terus tertanam kuat di tengah masyarakat, menjadikan Majelis Taklim Nurul Hikmah sebagai benteng ukhuwah yang kokoh dan menyejukkan.(tum)
