Rahasia Senyum Ramah Petugas KUA Wangon
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Ada pemandangan yang berbeda jika Anda berkunjung ke Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon pada pagi hari. Sebelum pintu pelayanan resmi dibuka dan berkas-berkas pernikahan mulai menumpuk, seluruh pegawai tampak berkumpul di halaman KUA untuk melakukan gerakan peregangan tubuh (stretching) bersama. Rutinitas unik ini kompak dimulai setiap pukul 07.30 WIB demi menjaga kebugaran sebelum menghadapi padatnya aktivitas melayani masyarakat. Jumat (22/05)
Aktivitas fisik ringan yang berlangsung selama 10 hingga 15 menit ini dipandu secara bergantian oleh para pegawai. Gerakan dimulai dari peregangan leher, tangan, hingga kaki untuk melemaskan otot-otot yang kaku. Pihak KUA Wangon menyadari bahwa pekerjaan administratif yang menuntut petugas duduk berjam-jam di depan komputer, ditambah tekanan mental saat melayani berbagai karakter masyarakat, rentan memicu stres dan kelelahan fisik jika tidak diantisipasi dengan baik.
Manfaat dari konsistensi rutinitas pagi ini dirasakan langsung oleh internal instansi, khususnya dalam membangun atmosfer kerja yang positif. Teguh, salah satu staf bagian administrasi KUA Wangon, mengungkapkan bagaimana olahraga tipis-tipis ini berhasil mengubah performa kerjanya. Menurutnya, tubuh yang bugar di pagi hari menjadi modal utama untuk tetap fokus dan sabar dalam bekerja.
"Awalnya memang terasa canggung, tapi setelah rutin dilakukan, efeknya luar biasa. Badannya jadi lebih segar dan pikiran langsung fresh. Kalau badan sudah enak, otomatis suasana hati ikut bagus, jadi kami bisa menyambut warga yang datang dengan senyum ramah yang tulus, bukan senyum yang dipaksakan," ujar Teguh saat ditemui di sela-sela kesibukannya menyusun berkas administrasi.
Melalui keiatan sederhana ini, KUA Wangon membuktikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik tidak melulu soal pembaruan sistem digital atau fasilitas gedung, melainkan juga dari kesiapan sumber daya manusianya. Dengan kondisi fisik yang prima dan mental yang bahagia, para petugas siap memberikan pelayanan terbaik. Alhasil, masyarakat yang datang untuk mengurus pernikahan maupun keperluan administrasi keagamaan lainnya dapat pulang dengan perasaan puas dan terlayani dengan sangat baik. (jhr)
