Rahasia Pernikahan Langgeng: Butuh Banyak Pengertian dan Pengampunan
Oleh KUA Somagede
Somagede – Membangun rumah tangga yang kokoh tidak cukup hanya bermodalkan cinta, melainkan harus dibekali dengan ilmu dan kesiapan mental. Kesadaran inilah yang membawa pasangan calon pengantin (catin) asal Desa Tanggeran, Yuli dan Alwi, untuk melangkah mantap ke Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede. Senin (18/05)
Pada hari ini, keduanya tampak khidmat mengikuti program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Catin Mandiri. Program ini merupakan langkah esensial yang difasilitasi oleh KUA Somagede guna membekali para calon pilar keluarga dengan fondasi keagamaan dan psikologis yang kuat sebelum akad nikah diucapkan.
Hadir sebagai narasumber sekaligus mentor dalam sesi tersebut adalah Nuryati, Penyuluh Agama Islam PPPK KUA Somagede. Dengan pendekatan yang interaktif dan menyentuh hati, Nuryati membedah esensi dari sebuah ikatan pernikahan. "Untuk menciptakan hubungan perkawinan yang langgeng, formula utamanya adalah pengertian dan pengampunan yang banyak untuk pasangan kita," tegas Nuryati di hadapan kedua calon pengantin.
Nuryati menjelaskan bahwa dalam perjalanan rumah tangga, perbedaan pendapat dan kekhilafan adalah hal yang manusiawi. Oleh karena itu, kemampuan untuk saling memahami (pengertian) dan kebesaran hati untuk saling memaafkan (pengampunan) menjadi kunci peredam konflik agar badai sedahsyat apa pun bisa dilewati bersama.
Yuli dan Alwi pun menyambut baik materi yang disampaikan. Bagi mereka, wejangan ini menjadi refleksi berharga sekaligus modal utama untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Kegiatan Bimwin Catin Mandiri di KUA Somagede ini terus digalakkan sebagai wujud nyata pelayanan negara dalam menekan angka perceraian dan menciptakan keluarga-keluarga baru yang berkualitas dan tangguh dari level desa. (Nuryati)
