HUT RI #81

Perkuat Pemahaman Fikih Warga, Penyuluh KUA Gumelar Tekankan Pentingnya Ibadah Mahdhoh di MT Nurul Iman

Oleh HUMAS
SHARE

 

Gumelar – Dalam upaya memperkuat fondasi keimanan dan pembinaan mental spiritual masyarakat secara berkelanjutan, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar, Kambali, kembali menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Nurul Iman, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Kamis (30/07)

Pada kesempatan tersebut, Kambali menyampaikan materi edukatif yang berfokus pada pembahasan "Ibadah Mahdhoh" guna memastikan keabsahan dan kualitas ibadah harian jamaah sesuai tuntunan syariat.

Dalam pemaparannya, Kambali menjelaskan bahwa ibadah mahdhoh (ibadah murni) merupakan bentuk pengabdian vertikal antara hamba dan Sang Khalik yang tata cara, rukun, serta syaratnya telah ditetapkan secara rinci dalam Al-Qur'an dan Hadits. Karena bersifat tauqifi, tata cara ibadah mahdhoh bersifat mengikat dan tidak dapat dimodifikasi oleh akal manusia.

"Tujuan utama penyuluhan ini adalah untuk memastikan bahwa amalan ibadah yang kita kerjakan sehari-hari sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Ibadah yang benar dan sah menjadi kunci agar amal kita diterima di sisi Allah SWT," papar Kambali di hadapan para jamaah.

Beberapa poin krusial yang dijabarkan dalam pembinaan tersebut meliputi:

  • Pemantapan Thaharah (Bersuci): Mengulas kembali tata cara bersuci dari najis dan hadas (kecil maupun besar) sebagai syarat mutlak sahnya ibadah utama seperti shalat.

  • Kualitas Shalat Lima Waktu: Menekankan pentingnya menjaga shalat fardhu secara istiqamah, tepat waktu, memenuhi syarat rukun, serta menghadirkan kekhusyukan sebagai tiang agama ('imadud din).

  • Konsistensi Ibadah Rutin: Mengajak jamaah untuk merawat keimanan melalui amalan mahdhoh harian dan mingguan, seperti shalat sunnah rawatib, puasa sunnah, zikir, hingga tilawah Al-Qur'an.

Selain membekali warga dengan pemahaman fikih praktis, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan spiritual masyarakat Desa Cihonje di tengah dinamika kehidupan sosial.

Melalui kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar di lembaga keagamaan akar rumput seperti majelis taklim, diharapkan fungsi KUA sebagai pusat bimbingan keagamaan masyarakat dapat terus berjalan optimal, sekaligus menjaga keharmonisan dan silaturahmi antarwarga.