Perkuat Pemahaman Fikih Jamaah, Penyuluh KUA Gumelar Gelar Penyuluhan Sholat Sebagai Tiang Agama
Oleh HUMAS
Gumelar – Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar, Kambali, menggelar kegiatan penyuluhan keagamaan yang berfokus pada penguatan pemahaman dan kualitas ibadah sholat. Kegiatan yang ditujukan bagi jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Iman ini berlangsung khidmat di Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Kamis (06/08)
Dalam paparannya, Kambali menegaskan pentingnya sholat sebagai amalan pokok dan fondasi utama kehidupan seorang muslim. Sholat bukan sekadar kewajiban rutinitas, melainkan wujud hubungan vertikal (hablum minallah) yang mencerminkan ketundukan total seorang hamba kepada Sang Pencipta, sekaligus menjadi amalan yang pertama kali dihisab di hari kiamat.
Guna memastikan ibadah jamaah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, materi penyuluhan dikemas secara mendalam dengan mengulas tiga aspek utama:
-
Hakikat & Kedudukan Sholat: Menjelaskan kedudukan sholat sebagai pembeda utama antara keimanan dan kekufuran.
-
Perbaikan Kualitas & Tata Cara: Membedah kembali syarat sah dan rukun sholat—mulai dari rukun fi'liyah (perbuatan), qauliyah (ucapan), hingga qalbiyah (penghayatan).
-
Pentingnya Thuma'ninah: Menekankan pentingnya rasa tenang dalam setiap gerakan sholat (berdiri, ruku', iktidal, sujud, hingga duduk di antara dua sujud) yang sering kali terabaikan dalam praktiknya.
"Sholat yang dilakukan dengan benar dan penuh khusyuk akan berdampak langsung pada kehidupan nyata. Sebagaimana firman Allah, sholat yang terjaga mampu mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar, sekaligus membentuk pribadi yang disiplin, jujur, dan berintegritas," jelas Kambali di hadapan para jamaah.
Penyuluhan tidak hanya diisi dengan ceramah satu arah, tetapi juga dipadukan dengan metode interaktif dan praktik ringan tata cara thuma'ninah.
Antusiasme jamaah MT Nurul Iman terlihat sangat tinggi, terutama saat memasuki sesi tanya jawab. Banyak jamaah yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi mengenai hal-hal yang dapat membatalkan sholat hingga tata cara pelaksanaan sholat bagi orang yang memiliki uzur syar'i, seperti saat kondisi sakit.
Melalui kegiatan kepenyuluhan rutin ini, KUA Gumelar berharap kualitas pemahaman keagamaan masyarakat di tingkat desa terus meningkat, sehingga nilai-nilai ibadah dapat terimplementasikan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
