Perkuat Etos Kerja dan Budaya Religius, KUA Gumelar Biasakan Sholat Berjamaah Tepat Waktu
Oleh HUMAS
Gumelar – Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar terus menghadirkan terobosan positif dalam membangun budaya kerja instansi. Salah satu kebiasaan strategis yang konsisten diterapkan adalah pelaksanaan sholat Dhuhur dan Ashar secara berjamaah di lingkungan kantor. Selasa (11/08)
Langkah ini menjadi bentuk komitmen KUA Gumelar untuk tidak hanya berfokus pada urusan administratif formal, melainkan juga bertransformasi menjadi institusi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kedisiplinan spiritual.
Pembiasaan ibadah ini digagas langsung oleh Kepala KUA Gumelar, Hajid Maududi. Ia tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga turun langsung di barisan terdepan, bahkan kerap bertindak sebagai imam sholat bagi para pegawai.
Prinsip leadership by example ini memberikan pesan kuat bagi seluruh jajaran ASN bahwa seorang pimpinan berdiri bersama pegawai dalam menegakkan kebaikan dan kedisiplinan.
Langkah pembiasaan sholat berjamaah ini membawa dampak signifikan bagi tata kelola organisasi dan kualitas pelayanan di KUA Gumelar:
-
Kedisiplinan Waktu dan Etos Kerja: Pelaksanaan ibadah tepat waktu secara kolektif melatih manajemen waktu para pegawai, yang berbanding lurus dengan peningkatan ketepatan waktu serta kualitas pelayanan publik.
-
Mempererat Solidaritas Internal: Pertemuan rutin di atas shaf sholat mempererat silaturahmi, mencairkan komunikasi, dan membangun keharmonisan koordinasi antarpegawai.
-
Menjaga Marwah Lembaga: Sebagai instansi di bawah Kementerian Agama, konsistensi ibadah berjamaah menjadi representasi nyata dari identitas lembaga yang berintegritas dan berakhlak mulia.
"Melalui disiplin spiritual yang terjaga, kita ingin memastikan pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat juga berlandaskan rasa keikhlasan, tanggung jawab, dan integritas tinggi," ungkap Hajid Maududi.
Melalui konsistensi ini, KUA Gumelar berhasil membuktikan bahwa budaya kerja yang religius mampu menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, sekaligus menjadi contoh teladan (role model) bagi instansi pemerintahan lainnya.
