HUT RI #81

Penyuluh Sokaraja Gelar Istighotsah dan Kajian QS Al-Baqarah 21–22 Bersama Jamaah

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Sokaraja — Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, Akhmad Arifudin, melaksanakan kegiatan Istighotsah Yamisda Al-Ihsan dan kajian Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 21–22 bersama jamaah MT Muslimat NU Ranting Petir. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh suasana religius. Jumat (02/10)

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Melalui istighotsah, jamaah diajak untuk memperbanyak doa, dzikir, dan memohon pertolongan Allah SWT, sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Dalam kajiannya, Akhmad Arifudin menyampaikan kandungan QS Al-Baqarah ayat 21–22 yang mengingatkan manusia agar beribadah kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang menciptakan manusia dan orang-orang sebelum mereka. Allah juga mengingatkan berbagai nikmat-Nya, seperti bumi yang menjadi tempat berpijak dan langit yang menjadi naungan, serta rezeki yang diberikan kepada manusia.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 21:

“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 21)

Sementara pada ayat berikutnya, Allah SWT mengingatkan manusia agar tidak menyekutukan-Nya, setelah berbagai nikmat dan karunia diberikan kepada mereka.

Pesan tersebut menjadi motivasi bagi jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Ketakwaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian sosial, menjaga persaudaraan, menebarkan kebaikan, serta menghadirkan kemanfaatan bagi lingkungan sekitar.

“Istighotsah bukan sekadar rangkaian doa, tetapi momentum untuk melakukan introspeksi dan mendekatkan diri kepada Allah. Setelah memohon pertolongan kepada-Nya, kita juga harus berusaha memperbaiki diri dan menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat,” pesan K. Akhmad Arifudin dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan istighotsah dan kajian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi jamaah MT Muslimat NU Ranting Petir, khususnya dalam memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, dan membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan nilai-nilai Islam.

Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan, masyarakat diharapkan semakin dekat dengan Al-Qur’an serta mampu menjadikan ajarannya sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Dengan semangat berdoa, belajar, dan beramal, jamaah diharapkan tidak hanya mendapatkan ketenangan batin, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, dan ad-Daruquthni; dinilai hasan oleh sejumlah ulama)