HUT RI #81

Penyuluh Sokaraja Gass Pol Sosialisasikan Program Khataman Jelang Hari Santri di Lapas Purwokerto

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Sokaraja — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sokaraja terus menggencarkan pembinaan keagamaan bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto. Di sela-sela kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an, para penyuluh sekaligus menyosialisasikan Program Khataman Iqra dan Al-Qur’an dalam rangka menyambut Hari Santri 2026. Kamis (17/09)

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Purwokerto, dengan melibatkan Faidus Sa’ad bersama para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sokaraja. Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut didampingi oleh Staf Yantah, Mas Febri.

Program khataman ini menjadi bagian dari penguatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Sosialisasi dilakukan di sela-sela Bimluh agar warga binaan memperoleh motivasi sekaligus kesempatan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Dalam program yang direncanakan tersebut, peserta akan dikelompokkan berdasarkan kemampuan dan capaian masing-masing. Untuk tahap awal, program khataman dirancang dalam beberapa kategori, yaitu:

  1. Khatam Iqra;
  2. Khatam Al-Qur’an Binadhor atau membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf;
  3. Khatam Al-Qur’an Bil Ghaib 1 Juz atau hafalan 1 juz;
  4. Khatam Al-Qur’an 5 Juz dan seterusnya, sesuai kemampuan dan capaian peserta.

Selain kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, peserta khatmil juga akan diarahkan untuk menguasai sejumlah materi pendukung keagamaan. Materi tersebut antara lain hafalan surat-surat pendek, doa sehari-hari, serta doa-doa dalam shalat.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Staf Yantah Mas Febri akan melakukan pendataan terhadap warga binaan yang berminat mengikuti program. Selanjutnya, peserta akan dikelompokkan berdasarkan kemampuan masing-masing sehingga pembinaan dapat diberikan secara lebih terarah dan sesuai dengan tingkat kemampuan peserta.

Program Khataman Iqra dan Al-Qur’an diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pembinaan selama warga binaan menjalani masa pembinaan di Lapas, tetapi juga menjadi bekal keagamaan ketika mereka kembali dan berinteraksi dengan masyarakat.

Faidus Sa’ad bersama para Penyuluh Agama Islam Sokaraja memberikan motivasi agar warga binaan tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk belajar Al-Qur’an. Sebaliknya, masa pembinaan di Lapas diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an, meningkatkan hafalan, memperkuat ibadah, serta membangun kebiasaan positif yang dapat terus dilanjutkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Program ini juga dirancang sebagai salah satu terobosan dalam pembinaan keagamaan warga binaan, dengan pendekatan yang bertahap dan terukur sesuai kemampuan peserta. Dengan adanya pengelompokan tersebut, setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk mencapai target pembelajaran yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian peserta, rencananya warga binaan yang berhasil menyelesaikan program akan mendapatkan syahadah atau sertifikat. Program tersebut diharapkan dapat dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama dan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Munawar Banjaranyar.

Kerja sama tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas pembinaan Al-Qur’an bagi warga binaan sekaligus memberikan pengakuan atas proses belajar dan capaian yang telah mereka tempuh.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam Sokaraja berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan kesiapan spiritual warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

Semangat menyambut Hari Santri 2026 pun menjadi momentum untuk menguatkan pesan bahwa belajar Al-Qur’an dapat dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja, termasuk di tengah proses menjalani pembinaan di Lapas. Harapannya, setiap ayat yang dipelajari dan setiap hafalan yang diraih dapat menjadi bekal kebaikan bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat. (Kontributor : Suroso).