Penyuluh Perkuat Pemahaman Orang Tua tentang Pola Asuh Anak

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas – Tantangan mendidik anak di era digital menuntut orang tua untuk memiliki landasan spiritual yang kokoh serta kesabaran yang ekstra. Menanggapi fenomena tersebut, penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wangon menggelar penyuluhan mengenai pola asuh islami di Majelis Taklim Al Istiqomah, Desa Wangon. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para orang tua dengan pemahaman bahwa mendidik anak bukan sekadar kewajiban duniawi, melainkan bentuk amanah besar dari Allah SWT yang akan dimintai pertanggungjawabannya. Senin (11/05/26)

Dalam pemaparannya, Syarifudin selaku Penyuluh Agama Islam KUA Wangon menekankan pentingnya figur orang tua sebagai teladan utama dalam rumah tangga. Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang lemah lembut namun tegas, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, jauh lebih efektif dibandingkan dengan pola asuh yang mengedepankan amarah atau kekerasan. Kesabaran dianggap sebagai kunci utama agar pesan kebaikan dapat diterima dengan baik oleh hati sang anak tanpa menimbulkan luka batin yang membekas.

"Pola asuh islami itu akarnya adalah kasih sayang dan kesabaran. Kita tidak bisa memaksa anak menjadi saleh jika kita sendiri tidak menunjukkan akhlak yang baik di depan mereka. Melalui kesabaran, kita sedang menanam benih karakter yang kuat pada anak agar mereka siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai muslim," ujar Syarifudin di hadapan para jamaah.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara berlangsung, dengan banyaknya sesi tanya jawab mengenai persoalan keseharian dalam mendidik anak. Sanah, salah satu jamaah Majelis Taklim Al Istiqomah Wangon, mengaku sangat terbantu dengan adanya arahan langsung dari penyuluh agama. Menurutnya, pemahaman baru ini memberikan sudut pandang yang lebih tenang dalam menghadapi perilaku anak-anak di rumah yang terkadang menguji emosi.

"Selama ini saya sering merasa bingung dan cepat marah kalau anak sulit dibilangi. Namun, setelah mendengar penjelasan tadi, saya sadar bahwa mendidik itu butuh proses dan doa yang tidak putus. Ilmu tentang pola asuh yang sabar ini sangat berharga bagi kami para ibu agar bisa lebih menahan diri dan lebih banyak memberikan contoh yang baik di rumah," ungkap Sanah dengan penuh syukur.

Pertemuan rutin Majelis Taklim ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan bagi KUA Wangon dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga di tingkat akar rumput. Dengan sinergi antara penyuluh agama dan masyarakat, nilai-nilai islami diharapkan dapat terinternalisasi dengan baik dalam pola asuh sehari-hari. Penutupan kegiatan dilakukan dengan doa bersama, memohon agar setiap keluarga senantiasa dianugerahi keturunan yang saleh dan salehah serta lingkungan rumah tangga yang penuh berkah. (jhr)