HUT RI #81

Penyuluh KUA Baturraden Ikuti Bimtek Pendamping Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA

Oleh KUA baturraden
SHARE

Baturraden – Dalam upaya memperluas peran Penyuluh Agama Islam agar tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, Penyuluh Agama Islam KUA Baturraden, Hariyanto, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendamping Penyuluh Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis KUA Tahun 2026. Rabu (12/08)

Kegiatan yang mengusung tema "Penguatan Kapasitas Penyuluh Agama Islam sebagai Pendamping Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA Tahun 2026" ini berlangsung secara daring selama dua hari, Selasa–Rabu (11–12 Agustus 2026), mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Acara ini diselenggarakan berdasarkan Surat Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Nomor B-489/Dt.III.IV/HM.01/08/2026. Bimtek tersebut menjadi instrumen penting untuk membekali para penyuluh agar memiliki kompetensi dalam mendampingi kelompok mustahik mengembangkan usaha berbasis zakat produktif.

Pada hari pertama pelaksanaan, Selasa (11/08/2026), Bimtek berfokus pada materi "Penguatan Kapasitas Pendampingan dan Kewirausahaan". Rangkaian sesi dibuka dengan arahan kebijakan dari Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, dilanjutkan dengan pemaparan peran, tugas, dan etika pendamping oleh Direktur Penerangan Agama Islam.

Selain jajaran kementerian, kegiatan ini juga menghadirkan para praktisi lembaga amil zakat nasional yang membagikan ilmu serta strategi pendampingan lapangan:

  • Kasubdit Bina Kelembagaan Zakat dan Wakaf: Membedah Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Program KUA PEU 2026, mencakup mekanisme, alur, dan peran pendamping.

  • Rumah Zakat: Memaparkan strategi pengelolaan zakat produktif serta berbagi pengalaman nyata dalam mendampingi kelompok usaha mustahik.

  • LAZ Al Azhar: Menyampaikan teknik fasilitasi kelompok usaha dan best practice pendampingan di lapangan.

  • Dompet Dhuafa: Memberikan materi penguatan kewirausahaan berbasis zakat, membimbing peserta melalui studi kasus dan simulasi peran agar usaha penerima manfaat dapat bertransformasi dari sekadar bertahan menjadi berkembang.

Setiap sesi dilengkapi dengan diskusi interaktif, tanya jawab, dan refleksi guna memastikan pemahaman menyeluruh bagi seluruh peserta.

Keikutsertaan Hariyanto, dalam Bimtek ini diharapkan dapat membawa dampak langsung pada efektivitas pendampingan masyarakat di wilayah Kecamatan Baturraden. Program PEU berbasis KUA dirancang tidak berhenti pada penyaluran bantuan fisik belaka, melainkan mendorong keberlanjutan usaha hingga tercapai kemandirian ekonomi keluarga.

"Pendampingan usaha memerlukan proses yang berkelanjutan—mulai dari mengenali potensi lokal, menguatkan mental kewirausahaan, hingga evaluasi berkala. Melalui pembekalan ini, kami berharap dapat hadir lebih utuh bagi masyarakat," ungkap Hariyanto.

Dengan penguatan kapasitas ini, KUA Baturraden berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, menjadikan KUA tidak hanya sebagai pusat layanan administrasi dan keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan ekonomi umat.