Penyuluh KUA Gelar Penyuluhan di Madin Baitul Muttaqin
Oleh KUA KEMRANJEN
Banyumas - Pukul 16.00 WIB, masyarakat desa Grujugan kembali mendapatkan manfaat dari kegiatan penyuluhan keagamaan yang diselenggarakan oleh Miftahudin, penyuluh agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen. Kali ini, beliau menyambangi Madrasah Diniyah Baitul Muttaqin untuk memberikan ceramah sekaligus sesi diskusi kepada sekitar 70 anak didik madrasah tersebut. Jumat (22/05)
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini menjadi momen berharga dalam penanaman karakter dan akhlak mulia sejak usia dini. Dengan metode ceramah yang interaktif dan diskusi terbuka, Bapak Miftahudin menekankan pentingnya membiasakan diri untuk berakhlaqul karimah (berperilaku mulia) sebagai pondasi utama dalam kehidupan anak-anak.
Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa akhlak adalah cermin dari keimanan seseorang dan sangat berpengaruh terhadap pembangunan karakter bangsa. "Jika sejak kecil anak-anak sudah terbiasa berperilaku baik dan jujur, maka mereka akan menjadi pribadi yang mampu membawa perubahan positif di masa depan," ujarnya penuh semangat.
Selain itu, beliau juga mengajak para peserta untuk memahami bahwa akhlak tidak hanya sebatas sopan santun dalam berinteraksi sehari-hari, tetapi juga mencakup kejujuran, rendah hati, sabar, dan tanggung jawab. Melalui cerita-cerita inspiratif dan pengalaman pribadinya sebagai penyuluh agama, Bapak Miftahudin menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai tersebut harus dimulai dari lingkungan keluarga dan diteruskan di sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua dan guru madrasah. Mereka berharap agar penanaman akhlak mulia ini terus dilakukan secara rutin agar generasi muda dapat tumbuh menjadi insan kamil yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga unggul dalam moral dan etika.
Seiring perkembangan zaman yang semakin kompleks, peran pendidik dan tokoh agama seperti Bapak Miftahudin menjadi sangat strategis dalam membentuk karakter anak bangsa. Melalui pendekatan yang humanis dan penuh kasih sayang, diharapkan generasi muda dapat menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Kegiatan ini pun mendapatkan apresiasi dari Kepala Madrasah Diniyah Baitul Muttaqin yang menyatakan bahwa kegiatan penyuluhan semacam ini sangat membantu dalam memperkuat fondasi moral siswa serta mendukung program pendidikan karakter nasional yang dicanangkan pemerintah.
Dengan upaya konsisten seperti ini, diharapkan anak-anak usia dini di desa Grujugan mampu membangun pribadi berakhlaqul karimah yang kokoh dan mampu memberi manfaat besar bagi masyarakat luas di masa mendatang. (@)
