Penyuluh Gelar Bimroh/Tadzkirotul Maut: Mengingat Kematian yang Diidamkan
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang - Penyuluh Agama Islam melaksanakan kegiatan bimbingan rohani (Bimroh) dan Tadzkirotul Maut dengan tema “Kematian yang Diidamkan”. Jumat (22/05)
Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat, tokoh agama, dan jamaah pengajian dengan penuh khidmat. Bimbingan rohani ini bertujuan mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan memperbanyak amal saleh dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dalam penyampaiannya, Penyuluh Agama Islam menjelaskan bahwa kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk selalu memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat. “Kematian yang diidamkan adalah husnul khatimah, yaitu meninggal dalam keadaan beriman dan membawa amal kebaikan,” ujarnya.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga ibadah, memperbanyak istighfar, mempererat hubungan sesama manusia, serta menjadikan kehidupan dunia sebagai jalan menuju kebahagiaan akhirat. Suasana kegiatan berlangsung penuh haru dan reflektif. Para peserta tampak khusyuk mengikuti tausiyah serta doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon keberkahan dan akhir kehidupan yang baik.
Melalui kegiatan Bimroh dan Tadzkirotul Maut ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan meningkatkan iman, amal saleh, dan akhlak mulia.
