Penyuluh Edukasi Nilai-Nilai Al-Quran di Mushola Al Fairuz
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Upaya memperkuat etika dan kualitas pelayanan publik terus dilakukan di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon. Melalui inisiatif pembinaan mental, penyuluh agama menggelar sesi edukasi mengenai pemahaman dan pembumian nilai-nilai Al-Qur'an yang ditujukan khusus bagi pegawai KUA. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan pondasi moral yang kuat agar setiap aparatur mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh kejujuran serta dedikasi. Kamis (13/08)
Sesi edukasi tersebut membahas secara mendalam bagaimana prinsip-prinsip Al-Qur'an dapat ditransformasikan ke dalam budaya kerja sehari-hari. Nilai-nilai seperti amanah, kedisiplinan, keterbukaan, dan rasa tanggung jawab menjadi fokus utama yang ditekankan kepada para aparatur. Dengan menjadikan ajaran suci sebagai landasan berperilaku, lingkungan kerja KUA diharapkan tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga sarat akan nilai-nilai religius.
Zain, salah satu penyuluh agama yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut di Mushola Al Fairuz KUA Wangon, menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai Al-Qur'an di tempat kerja merupakan bentuk nyata dari integritas seorang pelayan masyarakat. Menurutnya, pemahaman agama tidak boleh berhenti pada tatanan teori atau ibadah ritual semata, melainkan harus tecermin dalam sikap dan pelayanan kepada publik.
Dalam penyampaian materi edukasinya, Zain mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjaga niat dan perilaku profesional. "Membumikan Al-Qur'an di lingkungan KUA berarti menghadirkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan keadilan dalam setiap lembar pelayanan yang kita berikan. Ketika integritas pegawai dilandasi oleh rasa takut dan cinta kepada Allah SWT, maka pelayanan publik yang bersih, akuntabel, dan ramah akan terwujud dengan sendirinya," ujar Zainur di hadapan para peserta.
Melalui penyelenggaraan edukasi ini, KUA berharap seluruh jajaran pegawai dapat terus menjaga semangat integritas dan profesionalisme dalam bertugas. Internalisasi nilai-nilai Al-Qur'an yang dilakukan secara berkelanjutan diyakini mampu membentengi para pegawai dari berbagai pelanggaran etika sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keagamaan ini. (jhr)
