HUT RI #81

Penghulu Tekankan Pentingnya Luruskan Niat Nikah

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas - Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi pernikahan salah satu pasangan calon pengantin (catin) asal Desa Jambu yang berlangsung hari ini di Balai NIkah Kua Wangon. Sebelum ijab kabul diikrarkan, seluruh hadirin dan keluarga besar menyimak dengan saksama pembekalan rohani yang disampaikan oleh pihak Kantor Urusan Agama (KUA). Momen krusial sebelum masuknya fase sakral tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan bekal mental dan spiritual bagi kedua mempelai yang akan mengarungi bahtera rumah tangga. Rabu (13/08)

Dalam nasihat keagamaan tersebut, penekanan utama diberikan pada pentingnya meluruskan niat awal dalam melangkah ke jenjang pernikahan. Pernikahan ditegaskan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis atau penyatuan dua keluarga besar semata, melainkan sebuah ikatan suci yang sarat akan nilai-nilai keagamaan. Niat yang lurus dan kokoh menjadi fondasi utama agar pasangan suami istri mampu menerjang berbagai ujian dan dinamika kehidupan berumah tangga di masa depan.

Hadir memimpin jalannya prosesi tersebut, Fairuz Malaya selaku Penghulu memberikan pesan mendalam khusus bagi catin dari Desa Jambu tersebut beserta pasangannya. Ia mengingatkan bahwa ikrar pernikahan yang akan diucapkan memiliki pertanggungjawaban yang sangat besar, baik di mata manusia maupun di hadapan Sang Pencipta. Oleh karena itu, kesiapan hati dan keikhlasan niat menjadi kunci utama keberkahan suatu pernikahan.

Dalam pesannya sebelum prosesi sakral dimulai, Fairuz Malaya menekankan pentingnya menjadikan pernikahan sebagai ladang pahala. "Pernikahan adalah ibadah terpanjang dalam Islam, sehingga jalani prosesnya semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT. Ketika niat awal kita sudah diluruskan hanya karena Allah, maka setiap ikhtiar, kesabaran, dan pengorbanan dalam rumah tangga akan bernilai pahala serta membawa kedamaian," ungkap Fairuz Malaya di hadapan kedua mempelai dan para saksi.

Rangkaian nasihat pernikahan tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan dan keberkahan pasangan pengantin baru. Setelah pembekalan rohani usai, prosesi ijab kabul pun dilangsungkan dengan lancar dan penuh khidmat. Diharapkan pesan moral mengenai pentingnya meluruskan niat ini dapat terus tertanam dalam sanubari kedua mempelai, sehingga mampu membina keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. (Jhr)