Pelaksana Renovasi KUA Wangon Paparkan Hasil Renovasi
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Proses renovasi bagian dalam Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon yang telah berjalan beberapa waktu terakhir memasuki tahap penting, yakni pemaparan hasil pekerjaan kepada Jabatan Pelaksana (JAPEL) KUA Wangon. Kegiatan ini sebagai bentuk transparansi pihak pelaksana renovasi kepada pihak KUA, sekaligus memastikan bahwa seluruh pekerjaan yang telah dilakukan sesuai dengan perencanaan awal dan kebutuhan operasional kantor. Kamis (30/07)
Ajat, selaku pelaksana renovasi, memaparkan secara rinci berbagai item pekerjaan yang telah diselesaikan, mulai dari perbaikan struktur ruangan, pengecatan ulang, hingga penataan ruang kerja yang lebih fungsional. Dalam pemaparannya, Ajat juga menjelaskan sejumlah kendala teknis yang sempat dihadapi selama proses pengerjaan serta bagaimana penyelesaiannya dilakukan agar tidak mengganggu jadwal penyelesaian secara keseluruhan. "Kami berusaha menyelesaikan setiap tahapan sesuai dengan rencana, meskipun ada beberapa penyesuaian teknis di lapangan. Yang terpenting hasil akhirnya bisa memberikan kenyamanan bagi seluruh pegawai KUA Wangon," ujarnya.
Sesi pemaparan tersebut turut diwakili oleh Murti Astuti, JAPEL KUA Wangon. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pihak pelaksana dalam menjelaskan setiap detail pekerjaan yang telah dilakukan. Menurutnya, transparansi semacam ini penting agar seluruh pegawai memahami proses renovasi secara menyeluruh, bukan hanya melihat hasil akhirnya saja. "Kami sangat mengapresiasi penjelasan yang diberikan secara detail seperti ini. Dengan begitu, kami jadi lebih memahami proses yang telah dilalui dan bisa memberikan masukan jika ada hal yang perlu disesuaikan lebih lanjut," katanya.
Selain memaparkan hasil pekerjaan, forum tersebut juga menjadi ajang diskusi antara pihak pelaksana dan JAPEL KUA Wangon terkait sejumlah masukan dan catatan kecil yang perlu ditindaklanjuti agar hasil renovasi benar-benar optimal. Beberapa hal seperti penataan pencahayaan ruangan, sirkulasi udara, hingga penempatan sarana kerja turut menjadi bahan pembahasan bersama guna memastikan kenyamanan pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan adanya forum transparansi seperti ini, diharapkan sinergi antara pihak pelaksana renovasi dan pihak KUA Wangon dapat terus terjaga hingga seluruh proses pembangunan benar-benar rampung. Keterbukaan komunikasi semacam ini juga dinilai penting untuk membangun kepercayaan dan memastikan hasil renovasi dapat dimanfaatkan secara maksimal demi mendukung pelayanan keagamaan yang lebih baik kepada masyarakat. (jhr)
