Menuju Porseni Karesidenan: Trio Penyuluh KUA Somagede Unjuk Gigi di Ajang Pencarian Bakat IPARI

Oleh KUA Somagede
SHARE

Purwokerto – Semangat sportivitas membara di GOR Orion Purwokerto pagi ini. Tiga sosok andalan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede resmi mengikuti seleksi ketat dalam Ajang Pencarian Bakat yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Islam (PD IPARI) Kabupaten Banyumas. Rabu (13/05)

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini bukan sekadar ajang olahraga biasa. Ini adalah langkah krusial bagi Kontingen Banyumas untuk menjaring bibit unggul guna menghadapi perhelatan bergengsi Porseni IPARI se-Karesidenan Banyumas yang dijadwalkan pada 10 Juni 2026 mendatang.

KUA Somagede mengirimkan representasi terbaiknya untuk dua cabang olahraga berbeda:

  • Cabang Futsal Putra: Dua penyuluh senior, Budiman dan Ahmad Agus Trianto, turun ke lapangan hijau. Keduanya menunjukkan kerja sama tim dan stamina yang mumpuni dalam seleksi futsal putra, membuktikan bahwa penyuluh agama juga memiliki ketangkasan fisik yang prima.

  • Cabang Badminton Putri: Di lapangan bulu tangkis, Nuryati, tampil percaya diri. Dengan ayunan raket yang presisi, ia mengikuti setiap tahapan seleksi badminton putri dengan optimisme tinggi untuk bisa menembus skuad utama kabupaten.

Kehadiran ketiga penyuluh ini menunjukkan bahwa dedikasi mereka tidak hanya terbatas pada pembimbingan umat, tetapi juga pada pengembangan diri dan loyalitas terhadap organisasi IPARI. "Ini adalah bentuk partisipasi aktif kami. Selain sebagai sarana silaturahmi antar penyuluh se-Banyumas, kami berharap bisa memberikan kontribusi prestasi bagi Kabupaten Banyumas di tingkat Karesidenan nanti," ungkap salah satu peserta di sela-sela kegiatan.

Ajang pencarian bakat ini diharapkan mampu melahirkan tim yang solid dan kompetitif. Dengan sisa waktu kurang dari satu bulan menuju tanggal 10 Juni, hasil seleksi hari ini akan menjadi penentu komposisi "Dream Team" IPARI Banyumas yang akan berlaga memperebutkan gelar juara di tingkat karesidenan. (Nuryati)