Mengguyur Berkah di Kala Senja: Metode Sorogan Penyuluh KUA Sumpiuh Hidupkan Geliat Mengaji Anak-Anak An-Najah
Oleh KUA SUMPIUH
Sumpuh - Senja meredup di Selandaka, namun cahaya ilmu baru saja menyala di Mushola Kedung Santen. Setiap harinya, usai menunaikan ibadah shalat Maghrib berjamaah, riuh rendah suara anak-anak MT An-Najah berganti menjadi lantunan ayat-ayat suci yang menyejukkan hati. Rabu (03/06)
Laeli Najihah, Penyuluh Agama Islam dari KUA Sumpiuh, dengan sabar telah menanti mereka. Menggunakan metode sorogan, Laeli memberikan perhatian penuh kepada setiap anak secara bergantian. Pendekatan ini disesuaikan dengan tingkatan masing-masing anak, mulai dari yang masih terbata-bata mengeja lembaran Iqro’ hingga mereka yang sudah fasih mengalirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Di sela-sela bacaan, bimbingan tajwid pun disisipkan secara langsung—membetulkan makhraj yang kurang tepat dan menjelaskan hukum mad yang sedang dibaca.
Bimluh rutin ba’da Maghrib ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan sebuah ikhtiar berkelanjutan untuk menanamkan kecintaan pada Al-Qur'an di dada generasi penerus bangsa, langsung dari jantung tempat ibadah di pedesaan.
