Menembus Dinding Jeruji: Saat Dzikir dan Al-Quraan Melapangkan Hati Warga Binaan Rutan Banyumas

Oleh KUA Somagede
SHARE

Banyumas – Suasana khusyuk dan penuh haru menyelimuti Blok Putri Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Banyumas hari ini. Di balik jeruji besi yang terbatas, untaian doa dan lantunan dzikir bergema, membawa ketenangan mendalam bagi para warga binaan yang sedang menjalani masa hijrah mereka. Kamis (21/05)

Kehadiran dua Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Hanik Eka Ningsih, (KUA Sumpiuh) dan Nuryati, (KUA Somagede), menjadi oase spiritual yang menyejukkan. Keduanya berkesempatan hadir untuk memberikan bimbingan rohani yang menyentuh hati.

Dalam tausiyahnya, Hanik dan Nuryati membawa materi yang sangat mendalam mengenai dzikir penebus dosa, dengan mengamalkan kalimat tahlil (Laa Ilaaha Illalloh) dan tadabbur Surah Al-Ikhlas.

Para warga binaan diajak untuk menyadari bahwa fisik boleh saja terkurung di ruang yang terbatas, namun jiwa dan hati harus tetap merdeka.

"Ruang tahanan yang sempit ini akan terasa begitu lapang dan luas jika hati kita terus terpaut pada Allah SWT. Tidak ada kesedihan atau penyesalan yang tidak bisa diobati, sebab dzikir adalah obat terbaik untuk menenangkan jiwa," ungkap mereka di hadapan warga binaan yang menyimak dengan penuh khidmat.

Ibu-ibu penyuluh juga memberikan motivasi kuat kepada warga binaan blok putri agar selalu menyibukkan diri dengan rutinitas yang positif, terutama ibadah dan menuntut ilmu agama selama berada di dalam Rutan.

Usai sesi bimbingan rohani yang menyentuh jiwa, kegiatan tidak berhenti sampai di situ. Suasana berganti menjadi ruang belajar yang hangat saat bimbingan dilanjutkan dengan kelas Membaca Al-Qur'an.

Dengan sabar, kedua penyuluh mendampingi para warga binaan mengeja dan memperbaiki bacaan Al-Qur'an mereka. Bagi para warga binaan, momen ini bukan sekadar belajar membaca, melainkan sebuah langkah nyata untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Kegiatan bimbingan rohani ini diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten, menjadi modal spiritual berharga bagi para warga binaan agar kelak siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan penuh optimisme.

Amiin ya rabbal alamiin... ????? (Nuryati)