KUA Berperan Aktif dalam Penyiapan Rumah Tangga yang Hebat dan Kuat
Oleh KUA KEMRANJEN
Banyumas - Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya fondasi yang kokoh dalam sebuah pernikahan, Yono, penyuluh agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen, menggelar sesi bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, Andri dan Ana. Kegiatan berlangsung pada hari Jumat pukul 09.00 WIB di Balai Nikah KUA Kemranjen dengan metode ceramah dan diskusi interaktif. Sabtu (23/05)
Acara ini menjadi bagian dari program rutin yang diinisiasi oleh KUA Kemranjen untuk memastikan pasangan calon pengantin memahami esensi dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan berumah tangga sesuai syariat Islam. Melalui pendekatan yang santai namun penuh makna, Yono menyampaikan berbagai aspek penting yang harus dipersiapkan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Yono menekankan bahwa pernikahan bukan hanya sekadar ikatan lahiriah, tetapi juga merupakan pondasi spiritual dan emosional yang harus dibangun dengan dasar keimanan dan saling pengertian. “Pondasi yang kuat adalah kunci agar rumah tangga tetap harmonis dan mampu menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kesiapan mental dan spiritual sangat menentukan keberlangsungan rumah tangga bahagia dan sakinah.
Selain itu, beliau menjelaskan bahwa komunikasi yang efektif dan saling menghormati menjadi pilar utama dalam membangun keluarga harmonis. Diskusi yang berlangsung hangat memberikan kesempatan bagi calon mempelai untuk bertanya seputar aspek-aspek praktis maupun moral dalam pernikahan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia tahun 2023, tingkat perceraian di Indonesia mencapai sekitar 12 persen dari total pernikahan yang terjadi setiap tahun. Salah satu faktor utama penyebab perceraian adalah kurangnya persiapan mental dan pemahaman terhadap hak serta kewajiban pasangan. Oleh karena itu, kegiatan seperti bimbingan perkawinan ini sangat relevan dan diperlukan sebagai langkah preventif untuk mengurangi angka perceraian.
Sebagai penyuluh di KUA Kemranjen, Yono menyatakan bahwa kegiatan bimbingan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi calon pengantin secara individual tetapi juga memperkuat ikatan sosial masyarakat. Ia berpendapat bahwa edukasi mengenai pentingnya pondasi keluarga bisa membantu menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan berakhlak mulia.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pasangan seperti Andri dan Ana dapat memulai kehidupan rumah tangga mereka dengan pemahaman mendalam tentang tanggung jawab serta saling mendukung dalam menjalankan ajaran agama. Selain itu, pihak KUA Kemranjen terus berkomitmen untuk memperluas program pembinaan keluarga agar tercipta masyarakat yang sejahtera secara spiritual maupun material.
Kegiatan bimbingan perkawinan ini menunjukkan betapa pentingnya peran lembaga keagamaan dalam membentuk keluarga sakinah melalui edukasi berbasis agama. Dengan dukungan dari semua pihak, semoga keluarga-keluarga baru di Kemranjen mampu menjadi teladan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. (@)
