Kreatif dan Interaktif, Penyuluh KUA Bimbing Kelas 5 MI Miftahul Huda Lewat Metode Sorogan dan Menulis Al-Qur
Oleh KUA SUMPIUH
Sumpiuh – Dalam upaya berkelanjutan untuk memberantas buta aksara Al-Qur'an dan meningkatkan kualitas bacaan generasi muda, Penyuluh Agama Islam fungsional KUA Sumpiuh, Laeli Najihah, kembali melaksanakan pendampingan keagamaan. Pada Kamis (22/5/2026), kegiatan Bimbingan Tanda Baca (BTA) dan Tahsin digelar di Majelis Taklim (MT) Anak-Anak Miftahul Huda, Selandaka. Kamis (21/05)
Kegiatan kali ini diikuti dengan antusias oleh santri dan siswa kelas 5 MI Miftahul Huda Selandaka. Mengawali pertemuan, seluruh anak diajak untuk melakukan murojaah atau mengulang hafalan bersama, mulai dari Surat Ad-Duha hingga Surat An-Nas. Suasana takzim begitu terasa saat ayat demi ayat dilantunkan secara kompak.
Setelah murojaah, kegiatan dilanjutkan dengan metode sorogan (membaca satu per satu di hadapan pengajar). Metode ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing anak, baik yang masih menggunakan jilid Iqro maupun yang sudah membaca Al-Qur'an. Tidak sekadar membaca, Laeli Najihah juga menyelipkan edukasi hukum tajwid yang aplikatif sesuai dengan ayat yang sedang dibaca oleh anak.
Menariknya, kegiatan tidak berhenti pada lisan saja. Untuk memperkuat ingatan dan keterampilan motorik santri, aktivitas ini dibarengi dengan metode menulis Al-Qur'an (kitabah). Setiap anak diminta menuliskan kembali ayat atau huruf yang baru saja mereka baca. Kombinasi metode dengar, baca, dan tulis ini diharapkan mampu melekat kuat dalam ingatan anak-anak, sekaligus mencetak generasi yang fasih dan cinta Al-Qur'an sejak dini.
