Kala Sabar dan Syukur Menjadi Fondasi Cinta Catin di KUA Somagede

Oleh KUA Somagede
SHARE

Somagede – Suasana khidmat sekaligus hangat menyelimuti Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede hari ini. Di hadapan Penyuluh Agama Islam, Yasaroh, sepasang kekasih asal Desa Tanggeran, Munir dan  Lusi, tampak khusyuk menyerap setiap wejangan dalam sesi Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pranikah. Jumat (22/05)

Bimwin ini bukan sekadar rutinitas administratif menjelang ijab kabul. Lebih dari itu, sesi ini menjadi ruang kontemplasi bagi calon pengantin untuk memetakan arah masa depan rumah tangga mereka.

Dalam sesi kali ini, Yasaroh sengaja mengangkat tema yang sangat dekat dengan realitas kehidupan pernikahan: "Sabar dan Syukur, Dua Jalan Menuju Keluarga Bahagia."

Di hadapan Munir dan Lusi, Yasaroh memaparkan bahwa mengarungi bahtera rumah tangga ibarat mengemudikan kapal di tengah samudra yang tidak selalu tenang. Akan ada riak ombak, namun badai pasti bisa dilewati jika sepasang suami istri mengantongi dua kunci utama: sabar dan syukur.

"Pernikahan itu menyatukan dua kepala, dua karakter, dan dua latar belakang yang berbeda. Di sinilah sabar berperan. Sabar bukan berarti kalah atau pasrah, melainkan menahan diri dari ego, saling memahami kekurangan, dan dewasa dalam menyelesaikan kerikil rumah tangga," ujar Yasaroh dengan nada sejuk.

Namun, sabar saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan syukur. Yasaroh mengingatkan pasangan asal Desa Tanggeran ini untuk selalu melihat kelebihan pasangan dan mensyukuri sekecil apa pun rezeki serta kebahagiaan yang hadir.

"Ketika kita bersyukur, yang sedikit akan terasa cukup, yang rumit akan terasa lapang. Sabar dan syukur adalah dua sayap. Sebuah burung tidak akan bisa terbang tinggi jika salah satu sayapnya patah. Begitu juga dengan keluarga sakinah," tambahnya.

Munir dan Lusi yang kompak mengenakan pakaian rapi khas calon pengantin, terlihat sesekali mengangguk setuju dan tersenyum simpul. Bagi mereka, bimbingan langsung dari KUA Somagede ini menjadi oase sekaligus kompas sebelum mereka resmi menyandang status sebagai suami istri.

Kepedulian KUA Somagede melalui para penyuluhnya seperti Yasaroh, menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk memastikan setiap pasangan tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga matang secara mental dan spiritual.

Dengan modal "Sabar dan Syukur" yang kini tertanam di dada, Munir dan  Lusi siap melangkah mantap menuju hari bahagia mereka, membawa harapan besar dari Desa Tanggeran untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. 

Sumber Berita Ysaroh,S.Pd.

Editor Nuryati,S.H.