Jejak Dakwah Penyuluh Agama KUA: Mencetak Generasi Penerus Bangsa

Oleh KUA KEMRANJEN
SHARE

Banyumas - Sigit Panuntun, seorang penyuluh agama Islam dari KUA Kemranjen, melaksanakan tugas mulianya dengan menyampaikan penyuluhan di SDN Kedungpring. Acara tersebut berlangsung dari pukul 07.30 WIB hingga selesai, dihadapan siswa-siswi yang penuh antusias, serta didampingi oleh guru agama sekolah tersebut. Jumat (22/05)

Dalam penyuluhan kali ini, Sigit mengangkat materi penting mengenai penanaman akhlaqul karimah sejak usia dini. Materi ini menjadi fokus utama karena akhlak merupakan pondasi bagi karakter generasi bangsa di masa depan. "Menanamkan akhlak mulia sejak kecil itu seperti menanam benih di lahan subur. Semakin dini ditanam, semakin kuat akarnya," ungkapnya saat membuka sesi penyuluhan.
Masa kanak-kanak adalah waktu yang paling tepat untuk membentuk kepribadian. Penyuluh seperti Sigit tidak hanya memberikan ilmu agama, tetapi juga mendorong anak-anak agar terbiasa berbuat baik, mulai dari hal-hal kecil seperti menghormati orang tua, disiplin belajar, hingga saling membantu sesama teman. Menurutnya, akhlaqul karimah bukan hanya soal ibadah ritual, tapi juga bagaimana seseorang bertindak dan berinteraksi sehari-hari dengan lingkungan sekitar.

Para penyuluh agama memiliki peranan krusial dalam membimbing anak-anak untuk memahami nilai-nilai agama secara menyeluruh. Selain memberikan materi agama, mereka juga menjadi teladan bagi anak-anak. Sigit Panuntun, dalam penyuluhannya, mendorong siswa-siswi untuk tidak hanya belajar tentang akhlaq, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting agar generasi penerus bangsa tumbuh menjadi individu yang unggul secara moral maupun intelektual.

Pada kesempatan tersebut, Sigit juga menekankan pentingnya kerja sama antara penyuluh dan guru agama dalam pendidikan karakter. Guru sebagai pendamping memiliki peran besar untuk terus memperkuat pesan-pesan penyuluh agama di lingkungan sekolah. Dengan sinergi antara keduanya, diharapkan nilai-nilai akhlak dapat lebih mengakar dalam keseharian siswa.

Melalui jejak dakwah seperti yang dilakukan oleh Sigit Panuntun, harapan besar tertanam bahwa penerus bangsa akan menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia. Penanaman nilai agama sejak dini adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa yang penuh berkah. (@)