Intip Semangat Lansia di Kanding: Mengeja Iqra di Usia Senja Bersama KUA

Oleh KUA Somagede
SHARE

Somagede – Kantor Urusan Agama (KUA) selama ini identik dengan urusan pencatatan pernikahan dan administrasi rujuk. Namun, KUA Somagede membuktikan bahwa peran mereka jauh lebih luas dari sekadar urusan administrasi. Lewat fungsi pembinaan keagamaan, KUA Somagede hadir di tengah masyarakat untuk menyalakan pelita literasi Al-Qur'an, bahkan bagi mereka yang sudah berusia senja. Jumat (19/06)

Bukti nyata komitmen ini mewujud dalam Majlis Taklim Al Mawaddah yang berlokasi di Desa Kanding. Menariknya, program binaan KUA Somagede ini mengusung konsep gotong royong yang unik. Proses bimbingan penyuluhan tidak hanya dibebankan kepada Penyuluh Agama Islam saja, melainkan melibatkan seluruh staf KUA Somagede tanpa terkecuali.

Salah satu program unggulan yang menjadi magnet di Majlis Taklim Al Mawaddah adalah bimbingan Bimbingan Tulis Quran (BTQ) dan Baca Al-Qur'an. Program ini dibuka lebar bagi siapa saja warga masyarakat yang ingin memperlancar bacaannya.

Hampir satu tahun berjalan, dinamika menyentuh justru lahir dari ruang-ruang kelas bimbingan ini. Mayoritas jemaah yang rutin hadir ternyata adalah ibu-ibu lansia.

"Secara fisik, mereka memang sudah tidak muda lagi. Banyak yang fungsi penglihatan dan pendengarannya mulai menurun. Namun, kalau bicara soal semangat, kita yang muda harus angkat jempol," ujar salah satu staf KUA Somagede yang terlibat dalam bimbingan.

Melihat pemandangan di dalam majelis, raga boleh menua, tetapi tekad tidak boleh surut. Meski harus terbata-bata mengeja huruf demi huruf dalam lembaran Iqra, riuh suara ibu-ibu lansia ini tetap terdengar lantang dan penuh antusiasme setiap minggunya.

Langkah KUA Somagede yang menerjunkan seluruh stafnya—mulai dari lini administrasi hingga penyuluh—menunjukkan wajah pelayanan publik yang inklusif dan humanis. KUA bukan lagi institusi yang "jauh" di balik meja kantor, melainkan mitra spiritual masyarakat yang hadir langsung di teras-teras rumah warga.

Bagi ibu-ibu lansia di Desa Kanding, Majlis Taklim Al Mawaddah bukan hanya tempat belajar mengeja huruf hijaiyah, melainkan ruang sosial tempat mereka menemukan kembali semangat hidup, kebersamaan, dan kedekatan dengan Sang Pencipta di usia senja. (Nuryati)