HUT RI #81

Ijab yang Sakral, Dua Hati Memilih Hidup Bersama

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas — Pernikahan bukan sekadar tentang dua nama yang dipertemukan dalam sebuah akad. Ia adalah tentang dua perjalanan hidup yang akhirnya menemukan satu tujuan, dua hati yang sepakat untuk saling menjaga, serta dua manusia yang berani mengucapkan janji untuk tetap bersama ketika hari-hari tidak selalu menghadirkan kemudahan. Kamis (13/08)

Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan mewarnai Pencatatan Nikah dan Ijab Qabul Darlam dan Monika di Desa Gunungwetan, Kecamatan Jatilawang. Prosesi tersebut dilaksanakan oleh Iskandar Zulkarnain, Penghulu KUA Jatilawang, sebagai bagian dari pelayanan pencatatan pernikahan sekaligus pendampingan terhadap pasangan dalam memasuki kehidupan rumah tangga.

Dengan penuh ketelitian, Iskandar Zulkarnain melaksanakan tugas pencatatan nikah sesuai ketentuan yang berlaku. Di hadapan keluarga dan para saksi, prosesi ijab kabul berlangsung dengan khidmat. Ketika kalimat akad terucap, suasana seakan berhenti sejenak—menyaksikan dua insan mengikat janji yang bukan hanya didengar oleh manusia, tetapi juga menjadi amanah di hadapan Allah SWT.

Bagi Darlam dan Monika, hari itu bukan sekadar hari bahagia. Itulah hari ketika cinta berubah menjadi tanggung jawab, kebersamaan berubah menjadi amanah, dan harapan berubah menjadi sebuah janji yang harus dijaga. Setelah akad, perjalanan sesungguhnya justru dimulai.

Sebab pernikahan tidak selalu berupa bunga dan senyum. Akan ada pagi ketika kehidupan terasa ringan, tetapi mungkin ada pula malam ketika persoalan datang tanpa diundang. Ada saat ketika pasangan menjadi tempat berbagi tawa, tetapi ada pula waktu ketika keduanya harus saling menguatkan di tengah air mata.

Karena itu, akad menjadi pengingat bahwa mencintai bukan sekadar mengatakan “aku memilihmu”, melainkan juga berani mengatakan “aku akan menjagamu” ketika keadaan berubah.

Iskandar Zulkarnain melalui tugasnya sebagai penghulu turut memastikan proses pencatatan pernikahan berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Namun lebih dari sekadar administrasi, setiap akad yang dilayani juga menjadi pengingat akan besarnya tanggung jawab yang menyertai sebuah pernikahan.

Buku nikah yang kelak disimpan mungkin hanya berupa dokumen. Tetapi di balik tinta dan tulisan di dalamnya tersimpan kisah dua manusia yang memilih untuk menyatukan langkah. Ada doa orang tua, ada harapan keluarga, ada perjuangan panjang, dan ada masa depan yang mulai ditulis sejak kalimat ijab kabul diucapkan.

Darlam dan Monika kini memiliki rumah untuk dibangun, bukan sekadar bangunan untuk ditempati. Rumah itu harus diisi dengan kesetiaan ketika godaan datang, kesabaran ketika perbedaan muncul, komunikasi ketika kesalahpahaman terjadi, dan doa ketika kekuatan manusia mulai terbatas.

Semoga keduanya memahami bahwa pasangan hidup bukanlah seseorang yang selalu sempurna. Ia adalah manusia yang memiliki kekurangan, sebagaimana kita juga memilikinya. Maka pernikahan menjadi perjalanan untuk saling menutupi kekurangan, saling menguatkan kelemahan, dan bersama-sama belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Semoga akad Darlam dan Monika menjadi awal perjalanan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan dalam setiap langkah, melapangkan rezeki, menjaga cinta, serta memberikan keteguhan hati ketika kehidupan kelak menguji mereka.

Dan semoga suatu hari nanti, ketika usia telah menua dan rambut mulai memutih, Darlam dan Monika dapat menoleh ke belakang dengan mata berkaca-kaca seraya berkata dalam hati:

“Ternyata keputusan untuk saling menggenggam pada hari itu adalah salah satu keputusan terindah dalam hidup kami.”

Sebab pada akhirnya, pernikahan bukan tentang menemukan seseorang yang sempurna. Pernikahan adalah tentang menemukan seseorang yang bersedia tetap menggenggam tangan kita ketika kesempurnaan itu tidak pernah benar-benar ada.

Dan di Desa Gunungwetan, pada hari ketika ijab kabul itu terucap, Darlam dan Monika tidak hanya memulai sebuah rumah tangga. Mereka sedang menulis halaman pertama dari sebuah kisah yang semoga kelak dipenuhi kesetiaan, doa, air mata kebahagiaan, dan cinta yang semakin matang bersama usia.