Filosofi Ndengal dan Ndingkluk, Penyuluh Ajak Jamaah Muslimat NU Pangebatan Seimbangkan Dunia-Akhirat
Oleh HUMAS
Banyumas – Majelis Taklim (MT) Muslimat NU Ranting Pangebatan kembali menggelar kegiatan pengajian rutin. Bertempat di lingkungan setempat, kegiatan keagamaan ini diikuti oleh puluhan jamaah Muslimat dengan penuh khidmat, tertib, dan antusias. Jumat (22/05)
Dalam kesempatan tersebut, pihak panitia menghadirkan Saefudin Zuhri sebagai pembicara utama. Beliau menyampaikan tausiyah mendalam yang sarat akan pesan moral dengan mengangkat judul materi: “Urusan Akhirat Lihat ke Atas (Ndengal), Urusan Dunia Lihat ke Bawah (Ndingkluk).”
Dalam pemaparan materinya, Saefudin Zuhri menjelaskan esensi pentingnya menjaga motivasi dalam beribadah kepada Allah SWT. Istilah ndengal (menengadah/melihat ke atas) dimaknai sebagai ajakan agar umat Islam senantiasa memandang orang-orang yang memiliki kualitas ibadah, ilmu, dan amal saleh yang lebih tinggi.
"Dalam urusan akhirat, kita harus sering melihat ke atas. Tujuannya adalah agar di dalam diri kita tumbuh kompetisi yang positif, selalu termotivasi untuk memperbaiki diri, serta meningkatkan kuantitas maupun kualitas ibadah sehari-hari," terang Saefudin di hadapan jamaah Muslimat.
Sebaliknya, dalam menghadapi dinamika materi dan gemerlap fasilitas duniawi, jamaah diajak untuk menerapkan filosofi ndingkluk (menunduk/melihat ke bawah). Hal ini merujuk pada anjuran agama agar manusia selalu melihat keadaan orang-orang yang secara ekonomi atau keduniawian berada di bawah mereka.
Langkah psikologis-religius ini dinilai sangat efektif untuk membentengi hati dari penyakit-penyakit sosial yang merusak keimanan, seperti sifat iri, dengki, tamak, serta rasa tidak puas atas ketetapan takdir. "Melihat ke bawah dalam urusan dunia akan menuntun hati kita untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan," imbuhnya.
Kegiatan pengajian rutin ini berlangsung dengan lancar tanpa kendala. Suasana hangat begitu terasa saat para jamaah dengan tekun menyimak materi yang disampaikan dengan bahasa lokal yang merakyat dan mudah dipahami.
Melalui penguatan materi ini, MT Muslimat NU Ranting Pangebatan berharap seluruh jamaah yang hadir dapat memperoleh bekal spiritual yang kuat. Dengan demikian, mereka mampu menjalani kehidupan yang seimbang, sukses dalam menjalankan amanah keduniawian, namun tetap menempatkan persiapan menuju akhirat sebagai prioritas utama.
