Cinta Tak Pernah Datang Terlambat

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas – Di tengah dunia yang sering memuliakan usia muda dan merayakan cinta pada awal perjumpaan, sebuah kisah mengharukan hadir dari Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang. Kisah yang mengajarkan bahwa cinta tidak mengenal batas usia, dan kebahagiaan tidak pernah datang terlambat bagi mereka yang bersungguh-sungguh menjemputnya. Jum’at (05/06)

Pada hari yang penuh berkah itu, Penghulu KUA Jatilawang, Iskandar Zulkarnain, melaksanakan pencatatan nikah dan memimpin prosesi ijab qabul pasangan lansia, Nasrun dan Kuswati, warga Desa Tunjung. Bertempat di Kantor KUA Jatilawang, akad nikah berlangsung sederhana, khidmat, namun meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Tidak ada kemewahan yang berlebihan. Tidak ada gemerlap pesta yang menyita perhatian. Namun justru dalam kesederhanaan itulah tersimpan keindahan yang begitu menyentuh. Wajah-wajah yang telah dihiasi garis-garis usia tampak memancarkan kebahagiaan yang tulus. Mata yang telah lama menyaksikan berbagai musim kehidupan hari itu kembali berbinar oleh harapan.

Ketika prosesi akad dimulai, suasana KUA Jatilawang berubah menjadi begitu hening. Semua yang hadir larut dalam kekhusyukan. Saat lafaz ijab diucapkan dan kabul dijawab dengan mantap oleh Nasrun, seakan waktu berhenti sejenak untuk memberi ruang bagi sebuah peristiwa yang sarat makna.

Akad nikah tersebut bukan hanya penyatuan dua nama dalam dokumen negara dan syariat agama. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bahwa kasih sayang, kesetiaan, dan keinginan untuk hidup dalam keberkahan Allah SWT tetap hidup meskipun usia telah senja.

Dengan penuh ketelitian dan tanggung jawab, Iskandar Zulkarnain memastikan seluruh proses pencatatan nikah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Kehadiran negara melalui pelayanan KUA menjadi bentuk penghormatan terhadap hak setiap warga negara untuk memperoleh kepastian hukum dalam membangun keluarga, tanpa memandang usia.

Dalam kesempatan tersebut, Iskandar Zulkarnain menyampaikan bahwa pernikahan adalah ibadah yang mulia dan terbuka bagi siapa saja yang ingin menyempurnakan kehidupannya dalam jalan yang diridhai Allah SWT.

"Usia bukanlah penghalang untuk meraih keberkahan dalam pernikahan. Yang terpenting adalah niat yang baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk saling menjaga serta saling menguatkan dalam kehidupan," tuturnya.

Tak sedikit yang menahan haru menyaksikan prosesi tersebut. Sebab di hadapan mereka berdiri dua insan yang telah melalui begitu banyak perjalanan hidup. Rambut yang mulai memutih seakan menjadi saksi atas berbagai perjuangan, kehilangan, kesabaran, dan harapan yang telah mereka lalui selama bertahun-tahun.

Akad nikah Nasrun dan Kuswati menjadi pengingat bahwa cinta sejati tidak selalu datang dalam kisah-kisah muda yang penuh gejolak. Kadang ia hadir dengan tenang, matang, dan penuh kebijaksanaan. Ia tumbuh dari pengalaman hidup, dari kesabaran menghadapi takdir, dan dari keyakinan bahwa Allah selalu menyediakan kebahagiaan bagi hamba-Nya pada waktu yang paling tepat.

Hari itu, Kantor KUA Jatilawang tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah akad nikah. Ia menjadi saksi lahirnya pelajaran berharga tentang makna kehidupan. Bahwa kebahagiaan tidak diukur dari usia, melainkan dari ketulusan hati. Bahwa cinta tidak pernah mengenal kata terlambat. Dan bahwa setiap manusia berhak merasakan kehangatan kasih sayang serta keberkahan rumah tangga hingga akhir hayatnya.

Semoga pernikahan Nasrun dan Kuswati senantiasa dilimpahi rahmat, ketenteraman, dan keberkahan Allah SWT. Semoga keduanya diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta kekuatan untuk saling mendampingi dalam sisa perjalanan hidup yang masih terbentang.

Karena pada akhirnya, cinta yang paling indah bukanlah cinta yang datang paling cepat, melainkan cinta yang tetap memilih untuk tumbuh, bertahan, dan berlabuh dalam ikatan suci ketika usia telah mengajarkan arti kesabaran, keikhlasan, dan syukur yang sesungguhnya.