HUT RI #81

Cinta Lintas Negara: KUA Somagede Beri Bimbingan Perkawinan Pasangan Mualaf Korea

Oleh KUA Somagede
SHARE

Somagede – Suasana aula Balai Nikah KUA Somagede terasa berbeda dan penuh kehangatan. Nuryati, Penyuluh Agama Islam KUA Somagede, berkesempatan memberikan bimbingan perkawinan (bimwin) spesial bagi pasangan calon pengantin (catin) lintas negara. Senin (21/09)

Pasangan yang berbahagia tersebut adalah Choe Taeho, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Korea, dan Eka Nur Setiyowati, gadis asal Desa Sokawera, Kecamatan Somagede.

Duduk berhadapan langsung dengan kedua calon mempelai, Nuryati menyampaikan materi bimbingan dalam bahasa Indonesia yang kemudian diterjemahkan secara telaten oleh Eka kepada calon suaminya.

Dalam sesi bimbingan tersebut, Nuryati memulainya dengan menanyakan kemantapan hati kedua calon pengantin. Pasalnya, pernikahan beda latar belakang adat, budaya, hingga negara dipastikan memiliki tantangan tersendiri. Tanpa ragu, Taeho dan Eka secara tegas menyatakan kesiapan mereka untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama.

Mengingat Choe Taeho merupakan seorang mualaf, Nuryati secara khusus berpesan kepada Eka agar senantiasa sabar dan telaten dalam membimbing sang calon suami untuk belajar serta mengamalkan syariat Islam.

Nuryati juga mengingatkan pentingnya meluruskan niat sebelum akad nikah dilaksanakan. Pernikahan, tegasnya, harus didasari niat beribadah karena Allah semata.

"Pernikahan adalah ibadah terpanjang. Dalam perjalanannya nanti, Mbak Eka dan Mas Taeho harus sama-sama berjuang beribadah sesuai syariat Islam. Jika nanti menghadapi ujian akibat perbedaan budaya, bersabarlah dan cari solusi bersama. Selama semuanya disandarkan kepada Allah, pasti ada jalan keluar," tutur Nuryati.

Di akhir bimbingan, Nuryati menekankan kunci keharmonisan rumah tangga, yaitu komunikasi dan musyawarah. Ia mendorong Eka untuk mau mempelajari bahasa Korea, begitu pula dengan Taeho yang disarankan giat belajar bahasa Indonesia. Hal ini penting agar keduanya tidak hanya lancar berkomunikasi satu sama lain, tetapi juga dapat membaur dengan hangat di tengah kedua keluarga besar. (Nuryati)