Bimbingan Perkawinan Mandiri yang Bikin Senang Opa Taeyang
Oleh KUA baturraden
Banyumas — Kantor Urusan Agama (KUA) Baturraden kembali menggelar layanan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) mandiri. Namun, ada pemandangan yang berbeda dan istimewa pada pelaksanaan kali ini. KUA Baturraden menyambut pasangan calon pengantin (catin) beda negara, di mana sang calon pengantin pria merupakan Warga Negara (WN) Korea Selatan bernama Oh Taeyang. Senin (20/05/2026)
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini memiliki dinamika yang unik. Mengingat Oh Taeyang belum fasih berbahasa Indonesia, proses bimbingan berjalan dengan sistem terjemahan langsung (real-time translation). Calon pengantin wanita, Hikmah, dengan sigap mengambil peran ganda sebagai peserta sekaligus penerjemah. Setiap pesan dan nasihat pernikahan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama, diterjemahkan agar makna bimbingan tetap terserap dengan baik oleh sang calon suami.
Meski terdapat kendala bahasa, proses bimwin tetap berjalan lancar dan sangat menarik. Momen puncak kelucuan terjadi ketika Fathur, selaku Penyuluh Agama KUA Baturraden, mulai membahas seputar pembagian hak dan kewajiban dalam rumah tangga.
Di hadapan pasangan catin beserta orang tua Hikmah (ayah dan ibu) yang turut hadir sebagai wali, Fathur menyampaikan sebuah kaidah kerumahtanggaan yang sontak memecah suasana.
"Urusan rumah tangga, semuanya termasuk bersih-bersih rumah dan mengurus anak, semua adalah tanggung jawab ketua alias kepala keluarga, yaitu suami," tegas Fathur.
Pernyataan ini langsung memicu reaksi terkejut dari pihak laki-laki di ruangan tersebut. Uniknya, timing keterkejutan itu terjadi secara bergantian akibat proses penerjemahan.
Mustafa, ayah dari Hikmah sekaligus wali nikah, menjadi orang pertama yang bereaksi spontan. "Lho, kok gitu?" timpal Mustafa dengan raut keheranan.
Tak berselang lama, setelah Hikmah selesai menerjemahkan kalimat tersebut ke dalam bahasa Korea, giliran Oh Taeyang yang menunjukkan ekspresi terkejut—seakan baru menyadari beratnya tugas seorang kepala keluarga di Indonesia. Reaksi beruntun dari menantu dan mertua ini pun membuat suasana bimwin menjadi sangat cair dan penuh tawa.
Setelah suasana mereda, Fathur memberikan penjelasan lebih mendalam secara syariat mengenai konsep tanggung jawab tersebut. Penjelasan yang logis dan mencerahkan itu akhirnya dapat dipahami serta disetujui oleh Taeyang maupun Mustafa.
Lebih lanjut, penyuluh agama juga memberikan imbauan penting bagi para suami agar senantiasa menghargai dan mengapresiasi setiap anggota keluarga, terutama istri, yang telah ikhlas membantu melaksanakan tugas-tugas domestik rumah tangga.
"Misalnya, suami bisa bilang begini: 'Istriku, terima kasih ya sudah membantuku mengurus rumah ini dan menjaga anak-anak. Ini tadi aku pulang kerja beli oleh-oleh cincin emas 3 gram,' misalnya," ucap Fathur mencontohkan kalimat apresiasi yang kembali mengundang gelak tawa seisi ruangan.
Secara keseluruhan, kegiatan Bimwin mandiri ini berlangsung dengan asyik, komunikatif, dan penuh canda tawa sebagaimana ciri khas bimbingan di KUA Baturraden. Rangkaian acara ditutup dengan ucapan selamat menempuh hidup baru dan doa keberkahan dari penyuluh agama, yang langsung diaminkan dengan khusyuk oleh seluruh peserta yang hadir.
Sebagai penutup yang manis, Oh Taeyang menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya kepada pihak KUA atas bimbingan yang telah diberikan.
"Gamsahabnida. Terima kasih," ucap Taeyang terbata namun tulus, seraya menjabat tangan sang penyuluh agama, menandai kesiapannya melangkah ke jenjang pernikahan lintas budaya tersebut. (Fth)
