Bekali Calon Pengantin, KUA Tekankan Pentingnya Manajemen Konflik demi Ketahanan Keluarga

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Konflik dalam rumah tangga merupakan hal yang lumrah terjadi, namun cara menyikapinya menjadi penentu keutuhan keluarga. Hal inilah yang menjadi poin utama dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi Calon Pengantin (Catin). Selasa (12/05/2026).

Kegiatan bimbingan yang diikuti oleh empat pasangan calon pengantin ini menghadirkan narasumber Chusnaini. Dalam sesi tersebut, ia memberikan materi mendalam mengenai "Manajemen Konflik dalam Keluarga" sebagai bekal awal bagi para pasangan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Dalam arahannya, Chusnaini meluruskan persepsi masyarakat yang sering menganggap konflik sebagai kegagalan dalam berumah tangga. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa dinamika perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam sebuah interaksi manusia.

"Konflik itu wajar. Keluarga tanpa konflik justru bisa menjadi tanda bahwa anggota keluarganya sudah tidak lagi peduli satu sama lain. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengelola konflik tersebut agar tidak merusak ikatan pernikahan," jelas Chusnaini di hadapan para peserta.

Berdasarkan tinjauan di lapangan, Chusnaini memaparkan dua sumber utama yang paling sering memicu keretakan dalam keluarga, yakni aspek ekonomi dan pola komunikasi:

  1. Manajemen Keuangan: Masalah nafkah yang dirasa kurang, perbedaan prioritas dalam belanja, hingga urusan hutang seringkali menjadi pemantik perselisihan.

  2. Pola Komunikasi: Kesalahpahaman yang dipicu oleh penggunaan nada bicara yang tinggi atau sikap saling mendiamkan (silent treatment) seringkali memperkeruh suasana rumah tangga.

Melalui bimbingan ini, para calon pengantin diajak untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi dan memiliki kesamaan visi dalam pengelolaan keuangan. Dengan pemahaman manajemen konflik yang baik, diharapkan pasangan baru ini mampu membangun pondasi keluarga yang sakinah dan tidak mudah goyah saat menghadapi ujian di masa depan.

Kegiatan berlangsung interaktif, di mana para peserta diajak berdiskusi mengenai solusi cerdas dalam menghadapi perbedaan pendapat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan penuh pengertian.