HUT RI #81

Penyuluh KUA Tambak Isi Kajian Rutin Tafsir Jalalain Surah Al-Hajj

Oleh KUA Tambak
SHARE

 

Tambak – Kantor Urusan Agama (KUA) Tambak kembali menggelar kegiatan bimbingan dan edukasi keagamaan rutin bagi masyarakat. Penyuluh Agama Islam KUA Tambak, Supriyatno, memimpin pengajian rutin dengan mengupas kitab Tafsir Jalalain, mengkaji Surah Al-Hajj ayat 6 hingga 9. Rabu (29/07)

Kegiatan kajian yang berlangsung dengan khusyuk ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman jamaah terhadap ayat-ayat Al-Qur'an serta menanamkan nilai-nilai keimanan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Supriyatno menjelaskan makna mendalam dari Surah Al-Hajj ayat 6–9. Ayat-ayat tersebut menegaskan tentang kekuasaan mutlak Allah SWT dalam menghidupkan yang mati, kepastian datangnya hari kiamat, serta peringatan keras bagi orang-orang yang membantah kekuasaan Allah tanpa dasar ilmu dan petunjuk yang benar.

"Melalui Surah Al-Hajj ayat 6 hingga 9 ini, Allah SWT mengingatkan kita akan bukti-bukti kekuasaan-Nya yang nyata. Ayat ini menjadi teguran sekaligus petunjuk agar manusia tidak berdebat atau membantah kebenaran agama hanya berdasarkan kesombongan tanpa landasan ilmu," terang Supriyatno di hadapan para jamaah.

Poin Utama Kajian Surah Al-Hajj Ayat 6–9:

  • Penaatan Keimanan (Ayat 6–7): Menegaskan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Mahabenar (Al-Haqq), Mahakuasa menghidupkan yang mati, dan bahwa hari kebangkitan pasti akan datang tanpa keraguan.

  • Peringatan terhadap Kesombongan (Ayat 8–9): Menyindir golongan manusia yang memperdebatkan tentang Allah tanpa pengetahuan, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab yang memberi penerangan, hanya demi memalingkan orang lain dari jalan Allah.

  • Pelajaran Hidup: Mengajak umat untuk senantiasa rendah hati (tawadhu) dalam menuntut ilmu dan beragama, serta menjauhi sifat sombong yang dapat menyesatkan diri dan orang lain.

Melalui program kajian rutin kitab Tafsir Jalalain ini, KUA Tambak terus berkomitmen untuk memperkuat literasi keagamaan masyarakat, membina mental spiritual, serta mewujudkan pemahaman Islam yang moderat dan berlandaskan keilmuan yang sahih.