Tingkatkan Kompetensi Dakwah Digital, Penyuluh Beri Pelatihan Edit Video bagi Majelis Taklim
Oleh KUA PURWOKERTO TIMUR
Purwokerto – Dalam upaya membekali dan meningkatkan kemampuan dakwah berbasis teknologi digital, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Timur mengadakan kegiatan Pelatihan Edit Video yang ditujukan bagi perwakilan Majelis Taklim se-Kecamatan Purwokerto Timur yang bertempat di Mushola Al-Barokah, Mersi. Kamis (27/08)
Pelatihan ini tidak hanya menjadi wadah berbagi ilmu, namun juga menjadi momen penting bagi para anggota Majelis Taklim untuk memahami dan memanfaatkan teknologi guna mendukung syiar Islam yang lebih luas dan menarik. Robiatun Nihayati, salah seorang Penyuluh Agama Islam yang bertugas di KUA Purwokerto Timur, menjadi motor utama sekaligus penyelenggara kegiatan ini. Beliau menekankan pentingnya bagi lembaga keagamaan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam hal komunikasi dan publikasi.
"Kegiatan ini kami gagas agar Majelis Taklim tidak hanya pandai dalam materi dakwah, tetapi juga mampu mengemasnya menjadi konten yang inspiratif melalui media sosial," jelas Robiatun Nihayati.
Untuk memastikan peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif, pelatihan ini menghadirkan Lisa Triani, seorang pakar di bidang penyuntingan video yang berpengalaman dalam menciptakan konten-konten edukatif dan inspiratif. Dalam sesinya, Lisa Triani memberikan pemaparan materi yang mudah dipahami, mulai dari dasar-dasar penyuntingan video, penggunaan aplikasi sederhana yang dapat diakses melalui ponsel pintar, hingga teknik bercerita (storytelling) yang efektif. Peserta sangat antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi praktik.
"Dakwah melalui video bukan sekadar tentang estetika, tetapi bagaimana kita bisa menyampaikan pesan-pesan baik dengan cara yang menarik dan menyentuh hati," ungkap Lisa Triani dalam presentasinya.
Para peserta pelatihan, yang terdiri dari perwakilan Majelis Taklim se-Purwokerto Timur, menyambut positif kegiatan ini. Mereka menyadari bahwa kemampuan mengedit video akan sangat membantu dalam mempublikasikan kegiatan-kegiatan di Majelis Taklim mereka, sehingga dapat menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda yang sangat akrab dengan konten visual.
"Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap dapat lebih kreatif dalam mengemas materi dakwah, sehingga lebih relevan dan mudah diterima oleh masyarakat, terutama di era digital saat ini," ujar salah seorang peserta dari Majelis Taklim yang mengikuti kegiatan ini.
Di akhir kegiatan, Robiatun Nihayati berharap agar para peserta dapat segera menerapkan ilmu yang telah didapat dalam kegiatan dakwah di Majelis Taklim masing-masing. Beliau juga berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan bimbingan bagi para anggota Majelis Taklim di Purwokerto Timur agar terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang baik dalam mendorong inovasi dan kreativitas dalam dunia dakwah, serta memperkuat peran Majelis Taklim sebagai pusat penyebaran nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil 'alamin melalui media digital. (fs)
