Tekan Angka Kekerasan, DWP KUA Somagede Hadiri Advokasi Pola Asuh Anak dan Ketahanan Keluarga
Oleh KUA Somagede
Purwokerto – Dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak serta memperkuat fondasi keluarga, Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banyumas menggelar Acara Advokasi Pola Pengasuhan Tahun 2026. Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Banyumas ini berlangsung di Umah Daun Cafe & Resto, Purwokerto. Selasa (19/05)
Dalam kesempatan strategis tersebut, Ketua DWP Kecamatan Somagede secara khusus mendaulat Nuryati, yang merupakan Penyuluh Agama KUA Somagede, untuk hadir sebagai perwakilan guna menyerap sekaligus mengawal implementasi program penting ini di tingkat kecamatan.
Acara ini berjalan dinamis dengan menghadirkan dua narasumber berkompeten yang mengupas tuntas isu ketahanan keluarga dari sudut pandang hukum dan psikologi:
-
Materi I: "Peran DWP dalam Menekan Angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Banyumas"
Disampaikan oleh akademisi hukum, Estiningrum, dari Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma (UNWIKU) Purwokerto. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya peran aktif anggota DWP sebagai agen perubahan dan pelindung pertama di lingkungan terdekat dari tindakan kekerasan.
-
Materi II: "Ketahanan Keluarga Melalui Pola Asuh yang Sehat dan Responsif"
Disampaikan oleh praktisi psikologi, Dita Saferani. Beliau menggarisbawahi bahwa pola asuh yang sehat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan emosional anak adalah kunci utama menciptakan ketahanan keluarga di era modern.
Kegiatan advokasi ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, melainkan juga wadah konsolidasi berskala daerah. Acara ini diikuti oleh seluruh perwakilan Unsur Pelaksana Dinas dan Unsur Pelaksana Kecamatan se-Kabupaten Banyumas. "Keterlibatan penyuluh agama seperti Ibu Nuryati, diharapkan mampu menyelaraskan pendekatan hukum, psikologi, dan nilai keagamaan dalam memberikan edukasi pola asuh yang benar di tengah masyarakat Somagede," ungkap panitia penyelenggara.
Dengan adanya sinergi antara DWP, Dinsos PPPA, akademisi, dan para penyuluh di lapangan, Kabupaten Banyumas optimistis dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, responsif, dan ramah bagi perempuan dan anak. (Nuryati)
