HUT RI #81

SMK Aryasatya Teknologi Patikraja Gelar Matrikulasi PAI

Oleh HUMAS
SHARE

Patikraja– SMK Aryasatya Teknologi Patikraja menggelar kegiatan Matrikulasi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berlangsung selama sepekan, mulai 16–25 Juli 2026, bertempat di Musala Kampus Aryasatya. Program ini dilaksanakan sebagai langkah awal tahun ajaran baru untuk memetakan kompetensi dasar keagamaan peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran reguler. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berupaya memperoleh gambaran kemampuan awal siswa sekaligus menanamkan fondasi karakter religius sebagai bekal dalam proses pendidikan. Selasa (28/07)

Kepala SMK Aryasatya Teknologi Patikraja, Sudito, menegaskan bahwa matrikulasi PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik sejak dini. Menurutnya, selain memetakan kompetensi keagamaan, kegiatan ini diarahkan untuk membangun pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, serta memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual. "Harapannya, lulusan SMK Aryasatya tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian, tetapi juga mampu diterima di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan membawa nilai-nilai religius, integritas, dan profesionalisme," ujarnya.

Dalam kunjungannya, Pengawas PAI Dudiyono, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan matrikulasi tersebut. Ia menilai materi yang diberikan sangat relevan karena tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga menekankan habituasi atau pembiasaan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembiasaan ibadah, penguatan akhlak, dan internalisasi nilai-nilai religius menjadi modal penting bagi peserta didik untuk tumbuh sebagai generasi yang profesional, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Guru PAI SMK Aryasatya Teknologi Patikraja, Ahmad Syauqi, menjelaskan bahwa kegiatan matrikulasi telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap awal tahun pelajaran. Materi yang diberikan meliputi pemetaan kemampuan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), hafalan ayat-ayat pilihan, doa-doa harian, hingga praktik ibadah. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam pembinaan keagamaan selama proses pembelajaran berlangsung.

"Kami berharap seluruh pembiasaan yang ditanamkan sejak awal ini dapat membentuk generasi yang unggul, religius, dan siap menjadi sumber daya manusia yang hebat, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun di Dunia Usaha dan Dunia Industri," pungkasnya.