Siswa MTsN 3 Banyumas Bawa Nama Banyumas ke POPDA Tingkat Provinsi
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas – Semangat mengharumkan nama daerah dan madrasah kembali ditunjukkan oleh salah satu peserta didik MTs Negeri 3 Banyumas. Bilfaqih Fachrial Al Khalifi, peserta didik yang aktif mengikuti ekstrakurikuler tenis meja, berangkat menuju Semarang bersama kontingen lainnya untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Provinsi Jawa Tengah cabang olahraga tenis meja. Keberangkatan tersebut membawa amanah besar untuk mewakili Kabupaten Banyumas sekaligus MTsN 3 Banyumas dalam ajang olahraga pelajar tingkat provinsi. Selasa (01/09)
Pembina Ekstrakurikuler Tenis Meja MTsN 3 Banyumas, Eko Nugroho C menyampaikan permohonan doa restu dan dukungan kepada seluruh keluarga besar madrasah. Menurutnya, dukungan moral dari guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga madrasah menjadi energi penting bagi Bilfaqih yang akan berjuang membawa nama Banyumas di arena pertandingan. “Saya selaku pembina Ekstrakurikuler Tenis Meja memohon doa restu dan dukungannya Bapak/Ibu semuanya untuk anak kita Bilfaqih Fachrial Al Khalifi,” ungkap Eko dalam pesannya kepada keluarga besar MTsN 3 Banyumas.
POPDA tingkat Provinsi Jawa Tengah cabang tenis meja tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1–4 September 2026 di Semarang. Bilfaqih dijadwalkan mulai bertanding pada 3–4 September 2026. Persiapan yang telah dilakukan melalui latihan dan pembinaan diharapkan menjadi bekal untuk menghadapi persaingan dengan para atlet pelajar terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Keikutsertaan Bilfaqih dalam ajang tersebut sekaligus menjadi kesempatan berharga untuk menambah pengalaman bertanding, mengasah mental kompetisi, serta menunjukkan potensi olahraga yang dimiliki peserta didik madrasah.
Bagi MTsN 3 Banyumas, keikutsertaan Bilfaqih bukan sekadar tentang memenangkan pertandingan. Lebih dari itu, keberangkatannya menjadi bentuk nyata dari pembinaan bakat dan minat peserta didik di bidang olahraga. Tenis meja menjadi salah satu wadah bagi peserta didik untuk belajar tentang kedisiplinan, konsistensi latihan, sportivitas, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan menjaga fokus dalam situasi penuh tekanan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya madrasah dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk berkembang tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui prestasi nonakademik.
Eko Nugroho C., S.Psi., juga mengingatkan bahwa perjuangan seorang atlet muda tidak pernah berdiri sendiri. Di balik setiap pukulan, setiap pertandingan, dan setiap usaha mengejar poin, ada doa serta dukungan dari orang-orang yang percaya terhadap perjuangannya. “Tanpa doa dari Bapak/Ibu semuanya, apalah daya anak kita yang sedang berjuang sendiri di sana. Semoga anak kita bisa mendapatkan prestasi yang membanggakan dan membawa kebahagiaan bagi kita semuanya,” tuturnya. Harapan tersebut menjadi doa bersama keluarga besar MTsN 3 Banyumas agar Bilfaqih mampu tampil maksimal, menjaga sportivitas, dan memberikan kemampuan terbaiknya hingga pertandingan berakhir.
Kini, sebuah perjuangan tengah dimulai di meja pertandingan. Bilfaqih mungkin akan berdiri seorang diri di arena, tetapi sesungguhnya ia membawa doa dari keluarga, pembina, guru, teman-teman, serta seluruh keluarga besar MTsN 3 Banyumas. Setiap pukulan yang dilayangkan menjadi representasi kerja keras dan latihan yang telah ditempuh, sementara setiap poin menjadi bagian dari perjalanan mengukir prestasi. Menang adalah harapan, tetapi berani bertanding membawa nama Banyumas dan madrasah adalah sebuah kebanggaan. Selamat berjuang Bilfaqih! Tunjukkan bahwa dari madrasah, lahir generasi yang mampu bertanding, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi.(HumasMTsN3).
