Sinergi KUA dan Puskesmas, Perkuat Layanan Spiritual bagi Pasien
Oleh KUA Lumbir
Banyumas – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Lumbir, Setiono, Komari, dan Umi Rofikoh, melaksanakan kegiatan bimbingan rohani bagi pasien rawat inap di Puskesmas Lumbir. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan keagamaan yang bertujuan memberikan dukungan spiritual kepada pasien selama menjalani proses pengobatan. Jumat (24/07)
Pada kesempatan tersebut, tercatat terdapat tiga pasien yang sedang menjalani perawatan di ruang rawat inap Puskesmas Lumbir. Meski jumlah pasien tidak banyak, para penyuluh tetap memberikan pelayanan secara maksimal dengan mengunjungi setiap pasien secara langsung. Pendekatan yang dilakukan bersifat humanis dan penuh empati, sehingga pasien dapat merasakan perhatian serta dukungan moral di tengah proses penyembuhan yang sedang dijalani.
Dalam bimbingannya, para penyuluh agama memberikan motivasi yang berlandaskan pada nilai-nilai ajaran Islam. Mereka mengajak para pasien untuk tetap bersabar, memperkuat ikhtiar, serta menumbuhkan optimisme bahwa setiap penyakit merupakan ujian yang disertai jalan menuju kesembuhan atas izin Allah SWT. Selain memberikan nasihat keagamaan, para penyuluh juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat hidup, memperbanyak doa, dan tetap mengikuti arahan tenaga kesehatan sebagai bentuk ikhtiar lahir dan batin.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa selama kegiatan berlangsung. Para pasien tampak antusias mengikuti bimbingan rohani yang disampaikan. Kehadiran para penyuluh tidak hanya memberikan siraman rohani, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin yang menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pemulihan kesehatan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para penyuluh agama. Dalam doa tersebut, dipanjatkan harapan agar seluruh pasien diberikan kesembuhan, kekuatan, dan kesehatan oleh Allah SWT, serta keluarga yang mendampingi diberikan kesabaran dan ketabahan. Doa bersama ini menjadi momen yang menguatkan keyakinan bahwa kesembuhan tidak hanya diupayakan melalui pengobatan medis, tetapi juga melalui ikhtiar spiritual.
Para pasien mengaku merasa senang dan bahagia atas kunjungan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Lumbir. Mereka merasakan adanya semangat baru setelah mendapatkan motivasi dan pendampingan rohani. Bahkan, dengan penuh rasa syukur, para pasien turut mendoakan agar para penyuluh senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Puskesmas Lumbir, dr. Mahar Barlian, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama lintas sektoral antara Puskesmas Lumbir dan KUA Kecamatan Lumbir. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis dan spiritual pasien. Oleh karena itu, kehadiran penyuluh agama menjadi pelengkap yang sangat berarti dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh.
Ia berharap sinergi antara Puskesmas Lumbir dan KUA Lumbir dapat terus terjalin secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berorientasi pada penyembuhan penyakit, tetapi juga pada penguatan mental, spiritual, dan kualitas hidup pasien.
Kegiatan bimbingan rohani ini menjadi bukti nyata komitmen KUA Lumbir dalam menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui pendampingan spiritual di fasilitas kesehatan, para penyuluh agama diharapkan mampu menjadi sahabat sekaligus penyemangat bagi masyarakat yang sedang menghadapi ujian sakit, sehingga mereka tetap memiliki harapan, ketenangan hati, dan semangat untuk segera pulih serta kembali beraktivitas bersama keluarga dan lingkungan sekitarnya.
